• Rabu, 16 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Rapat Lanjutan penanganan perbaikan Jalan dan Jembatan di Desa Jembayan Dalam menuju Desa Budaya Lung Anai di Kantor Camat Loa Kulu)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Menindak lanjuti hasil RDP Komisi I DPRD Kukar perihal permohonan Perbaikan/Peningkatan badan jalan dan jembatan dari Desa Jembayan Dalam menuju Desa Budaya Lung Anai yang dilakukan pada Senin (18/1) lalu, Pemkab Kukar bersama DPRD Provinsi Kaltim, DPRD Kukar, Kades Jembayan Dalam, Kades Lung Anai dan Sungai Payang serta perwakilan perusahaan yang ada di Loa Kulu menggelar pertemuan lanjutan di Kantor Camat Loa Kulu, Kamis (21/1) siang.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Syamsun, sebelum rapat terlebih dahulu kita mengecek langsung ke lapangan menindak lanjuti laporan warga dari Loa Kulu bahwa ada infrastruktur yang rusak dan ini sangat vital, warga khawatir jika ini dibiarkan rusak akan menghambat perekonomian masyarakat setempat karena seluruh aktifitas masyarakat melewati jalan dan jembatan yang rusak tersebut.

"Karena ini sangat penting bagi masyarakat kami langsung turun ke lapangan bersama anggota DPRD Kukar, dan memang kondisinya memang benar banyak sekali jalan-jalan yang masih perlu perbaikan dan yang paling vital adalah jembatan Sungai Payang kondisinya sangat memprihatinkan dan dikhawatirkan terjadi longsor dan roboh, karena kaki dari jembatan tersebut sebagian sudah gantung, sementara di musim hujan seperti ini debit air tinggi kita khawatir jembatan itu bisa roboh," ungkap Muhammad Syamsun.

Untuk itu lanjut Syamsun, kita mengambil tindakan kita kumpulkan beberapa stakeholder di Loa Kulu termasuk perusahaan kita minta gotong royong menangani perbaikan jembatan untuk jangka pendek yang memerlukan biaya sekitar Rp 400 juta dan telah ada kesepakatan gotong royong dengan seluruh perusahaan di sekitar wilayah tersebut membantu penanganannya. Sedangkan untuk penanganan jangka panjang kita akan bangun jembatan yang lebih kokoh dari jembatan yang ada sekarang melalui dana APBD baik Provinsi maupun Kabupaten Kukar.

Sementara itu, Plt Asisten II Setkab Kukar Wiyono mengatakan, penanganan prioritas saat ini memang jembatan karena usia dan kondisinya sudah mengkhawatirkan, disatu sisi akses tersebut termasuk satu-satunya untuk menghubungkan antar Desa dan ini juga termasuk akses perekonomian masyarakat termasuk perusahaan, sehingga jika perbaikan dilakukan permanen itu perlu waktu yang lama dan biaya besar, sementara saat ini kita mengamankan kondisi jembatan itu supaya bisa dilewati dengan aman, paling tidak setahun dua tahun kita persiapkan penyusunan perencanaan kemudian pembangunan untuk jembatan yang baru.

"Kemudian untuk penanganan titik-titik jalan yang kondisinya sulit dilewati, ini akan kita upayakan untuk kita bisa berkolaborasi dengan partisipasi dari beberapa perusahaan, nanti kita hitung dulu dari sisi tekhnis teman-teman dari Dinas PU, setelah itu kita akan rapatkan kembali untuk disampaikan kepada perusahaan," tutupnya. (One)

Pasang Iklan Disini
Top