• Rabu, 23 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Kepala Dinkes Kukar dr. Martina Yulianti, Sp.PD, Finasim, M.Kes ( MARS))


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara dr. Martina Yulianti, Sp.PD, Finasim, M.Kes ( MARS) mengatakan, dari data sistem vaksinasi satu data di tahap pertama, status vaksinasi 92 Kabupaten/Kota sasaran tahap I per 19 Januari 2021, Kabupaten Kukar sementara mendapat ranking 1 dengan nilai achievement 22,74 %.

"Jadi kurang lebih sepekan Kemenkes RI melakukan evaluasi dan pada sistem vaksinasi satu data ini di pusat bisa memantau perkembangannya real time dan data per 19 Januari 2021 dari 92 Kabupaten/Kota yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap pertama ternyata Kabupaten Kukar nomor 1, dan saya diminta sebagai pembicara rapat langsung dengan Menteri Kesehatan RI melalui virtual," ujar dr. Martina Yulianti kepada kutairaya.com Rabu (20/1) malam.

Menurut dr. Martina Yulianti, penilaian ini tentu akan berdampak positif dan kita hanya melakukan yang seharusnya dilakukan, artinya kita mengikuti arahan baik dari pusat maupun provinsi, kemudian berusaha mengoperasionalkan dan mengimplementasi dengan baik vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Kabupaten Kukar.

"Artinya kita Dinas Kesehatan Kukar sebagai regulator dan sebagai fasilitator dianggap yang paling memahami tentang masalah vaksinasi itu, mulai dari kami melakukan advokasi, edukasi dan sosialisasi baik itu kepada pemerintah daerah maupun lintas sektor yang lain dan kebawah yaitu pasien kesnya, jadi semua berita dan informasi kita share segera kemudian kita juga membentuk grup-grup untuk selalu berkoordinasi, dan Dinas Kesehatan Kukar selalu menyediakan diri untuk menjawab masalah teman-teman yang dihadapi pasien kes," terangnya.

Selain itu lanjutnya, pihaknya juga berkoordinasi dan bekerja sama dengan BPJS dan berusaha agar mengkampanyekan masalah vaksinasi Covid-19 agar para nakes sendiri yang menjadi sasaran pelaksanaan vaksinasi tahap pertama ini tidak termakan berita hoax.

"Meskipun di awal ada kendala seperti sistem karena masih terpusat sentralisasi, tetapi kita tetap berupaya dan mulai Kamis (21/1) ini kita akan lebih cepat lagi akselerasinya, karena sudah ada feedback dari pusat bahwa kesulitan-kesulitan yang ada akan ditindak lanjuti oleh pusat, sehingga target kita tercapai dan bisa selesai semua dan tahap kedua akan kita mulai pada awal Februari mendatang," pungkasnya. (One)

Pasang Iklan Disini
Top