• Rabu, 16 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kukar)

TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar mengeluarkan surat terkait Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka (KBM-TM) ditinjau ulang atau penundaan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Maka dipastikan ratusan sekolah di Kukar dipastikan batal menggelar KBM-TM di semester genap 2020-2021.

"Berdasarkan informasi dan Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Kutai Kartanegara bahwa Pandemi Covid-19 di wilayah Kuta Kartanegara semakin meningkat dan belum ada tanda-tanda menurun, maka Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka (KBM TM) di Sekolah pada semester genap tahun pelajaran 2020 2021 agar ditinjau ulang, " ungkap Plt Kadisdikbud Kukar Icksanuddin Noor.

Ichsanuddin Noor mengatakan, dari usulan KBM TM yang rencananya dimulai pada Januari ini dan berdasarkan hasil rapat terbatas antara Disdikbud Kukar dengan Tim Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Kutai Kartanegara pada tanggal 30 Desember 2020 lalu, maka dengan ini dibertahukan kepada seluruh Kepala UPT Layanan Kependidikan Kecamatan dan Kepala Satuan Pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Kukar yang akan malaksakan KBM TM di Sekolah pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021 kami sampaikan agar ditinjau ulang.

"Maka sejak tanggal 4 Januari 2021 dan seterusnya seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP di Sekolah Kabupaten Kukar agar menunda Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka (KBM TM) di Sekolah sampai ada pemberitahuan secara resmi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, " terangnya.

Ia menambahkan, sambil menunggu pemberitahuan secara resmi dari pihaknya maka satuan pendidikan dapat mempersiapkan Surat Pernyataan ketersedian sarana prasarana penunjang Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka di Sekolah dimasa Pandemi Covid-19 misalnya menerapkan wajib memakai masker, hand sanitizer, cuci tangan dan lain-lain yang ditandatangani oleh kepala satuan pendidkan dan komite sekolah.

"Kemudian telah melaksanakan rapat dengan orang tua siswa didampingi oleh komite sekolah diantaranya materi rapat penjelasan umum tantang standar protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 lalu satuan Pendidikan melampirkan undangan rapat, daftar hadir rapat dan notulen rapat selanjutnya Surat Pernyataan Persetujuan KBM TM di sekolah yang ditandatangani oleh orang tua siswa masing-masing, " sambungnya.

Terpenting lanjutnya, komitmen kesepakatan-kesepakatan lain yang dianggap perlu antara sekolah dengan orang tua siswa, misalnya orang tua siswa siap antar jemput tepat waktu, siswa yang sedang sakit tidak diperkenankan masuk sekolah dan lainnya, kemudian terbentuknya Tim Satgas Pencegahan Covid-19 di sekolah terdiri atas guru, dan orang tua siswa.

"KBM TM di Sekolah yang akan diajukan Satuan Pendidikan mendapat rekomendasi dari Puskesmas Pembantu (Pusban), Puskesmas dan Kepala Desa atau lurah setempat dan semua kegiatan didokumentasikan kemudian Kepala Sekolah mengajukan permohonan KBM TM di sekolah kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kukar dengan melampirkan fotocopy dokumen yang ditandatangani bersama komite sekolah dan diketahui oleh Kepala UPT Layanan Kependidikan Kecamatan masing-masing, " pungkasnya. (one)

Pasang Iklan Disini
Top