• Rabu, 16 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Marsidik)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Meskipun kondisi saat ini fenomena alam penumpukan gulma atau biasa disebut rumput nafung oleh warga yang kerap terjadi di Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai cukup banyak, tetapi masih bisa dilewati transportasi sungai.

Hal ini diungkapkan Kepala BPBD Kukar Marsidik kepada KutaiRaya.com, Senin (7/12).

"Apalagi kemarin distribusi logistik memakai transportasi sungai seperti long boat dan Alhamdulillah masih bisa dilewati, " ungkapnya.

Marsidik mengatakan, perihal Gulma ini sebenarnya sudah pernah dibersihkan seminggu yang lalu namun karena cadangan gulma luar biasa banyak maka gulma ini ada lagi, besok akan kita pantau kembali perkembangannya dan kami akan menurunkan personil lima sampai tujuh orang, paling tidak untuk membantu membuka jalur transportasi sungai.

"Kita akan terus pantau karena secara alamiah apabila air naik maka gulma tersebut akan mudah dikeluarkan, jika air turun agak sulit, karena prinsipnya gulma tersebut dihanyutkan jadi tidak bisa dipaksa dengan tenaga, " terangnya.

Marsidik juga menyinggung Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III yang belum memberikan perhatian dan penanganan perihal masalah ini.

"Dulu pernah kami laporkan ke BWS tapi hingga kini belum ada tindakan apapun dan dari BWS itu bisa membangunkan pengarah kumpai," paparnya.

Ia menambahkan, feomena penumpukan gulma atau rumput nafung menjadi pemandangan yang luar biasa. Namun, di sisi lain hal ini juga berdampak sebagai bencana bagi warga sekitar.

"Mengingat satu-satunya transportasi aliran sungai yang digunakan menjadi terhenti," pungkasnya.
(one)

Pasang Iklan Disini
Top