• Jum'at, 18 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Salah satu lokasi tanaman jahe di Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa Kulu)



TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Budidaya tanaman jahe di tengah pandemi saat ini sangat menjanjikan dan harganya pun cukup tinggi, di tingkat petani saja saat ini harganya Rp 22.000 per kilogram, tak heran para petani dan masyarakat khususnya yang berada di Desa Jonggon Jaya, Margahayu dan Jonggon kampung kini mengembangkan tanaman jahe.

Kepala Seksi Produksi Hortikultura Distanak Kukar Suhardi mengaku, wajar kini banyak petani dan masyarakat yang mengembangkan tanaman jahe, selain harganya cukup tinggi, tanaman jahe juga bermanfaat bagi tubuh.

"Selama tahun 2020 para petani sudah panen tanaman jahe dengan luasan wilayah 32 hektare lahan, dengan rincian saat panen jahe per 1 hektare bisa menghasilkan 15 ton dan lokasinya berada di Desa Jonggon Jaya, Margahayu, dan Jonggon kampung, " ungkapnya.

Namun untuk jenis jahe yang paling banyak dikembangkan lanjutnya, yakni jenis jahe putih atau jahe gajah, sementara untuk jenis jahe merah hanya dikembangkan pada setengah hektare dari total lahan tanaman jahe.

"Jenis jahe merah hanya dikembangkan di lahan 0,5 hektare, karena petani dan masyarakat disana lebih condong menanam jahe putih atau jahe gajah, " tuturnya.

Ia menambahkan, untuk penjualan hasil panen jahe ini cukup mudah karena banyak tengkulak datang langsung ke petani, bahkan bulan lalu jahe belum panen sudah di datangi tengkulak karena jahe saat ini pembelian cukup meningkat ditengah pandemi covid-19.

"Selain tanaman jahe dikembangkan di Desa Jonggon Jaya, Margahayu, dan Jonggon kampung, kita juga mengembangkan di Kelurahan Loa Ipuh ada 5 hektare, kemudian di Maluhu 2 hektare dan di Tenggarong seberang ada 3 hektare, " pungkasnya. (One/ADV Diskominfo)

Pasang Iklan Disini
Top