• Sabtu, 28 November 2020
logo
Pasang Iklan



(Jumarin Thripada)



TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Anggota Komisi I DPRD Kukar Jumarin Thripada menyoroti adanya kelompok masyarakat yang melakukan perbaikan jembatan secara mandir dengan pembiayaan dikeluarkan sendiri, dan mereka pun melakukan pungutan terhadap kendaraan yang melintas dekat Jembatan Long Penjalin, Desa Umaq Dian, Kecamatan Tabang.

"Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa saat mobil mereka dipungut biaya oleh kelompok tersebut, untuk mobil dikenakan Rp 100 ribu dan mobil yang bermuatan hasil pertaniannya Rp150 ribu, " kata Jumarin, Jumat (20/11).

Menurut politisi Gerindra tersebut, dengan pungutan liar (Pungli) seperti itu banyak masyarakat yang mengeluh, terutama yang memuat hasil pertanian, masyarakat mau jual berapa hasil pertaniannya kalau sudah ada pungutan sampai Rp150 ribu.

"Ini yang jadi masalah, untuk itu saya meminta kepada Pemkab, baik tingkat kabupaten hingga kecamatan untuk bersikap guna segera menyelesaikan permasalahan tersebut, tidak hanya sekedar melakukan kunjungan dan sidak saja, tetapi juga harus ada dana darurat untuk menganggarkan perbaikan jembatan agar segera bisa di operasikan kembali, "terangnya.

Ia mengaku, jika ada pungutan seperti ini sangat berat bagi kawan-kawan di Tabang, sudah daerahnya jauh dan mereka mau mobilisasi hasil pertaniannya, ini juga mengurangi pendapatan mereka.

"Karena ada pungutan ada masyarakat yang tidak berani lewat, untuk itu saya harap kepada semua pihak tidak berpikir tentang Tenggarong saja tetapi wilayah yang jauh dari Tenggarong harus juga di perhatikan, " harapnya
(one/adv)

Pasang Iklan Disini
Top