• Sabtu, 28 November 2020
logo
Pasang Iklan



(Plt H Chairil Anwar dan Ahmad Zulfiansyah)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) APBD Kukar 2021 diproyeksi mengalami penurunan signifikan, dari nilai RKPD sebesar Rp4,8 trilyun menjadi Rp3,6 trilyun, atau berkurang sekitar Rp1,2 trilyun.

"Penurunan itu karena memang DBH kita turun dratis, sama dengan provinsi Kaltim juga mengalami hal yang sama. TAPD dan DPRD sudah sepakat nilai RKPD Kukar adalah Rp3,6 trilyun," kata Plt Bupati H Chairil Anwar, pada rapat paripurna Laporan Banggar dan Kesepakatan Bersama Terhadap Rancangan KUA PPAS APBD 2021.

Direncanakan pengesahan pada RAPBD menjadi APBD akan dilakukan pada akhir November 2020 ini, dan masih ada kemungkinan kemungkinan terjadi penambahan pada nilai APBD Kukar 2021 mendatang.

"Mudah mudahan ada perubahan kenaikan, kalau ada perkembangan bisa turun bisa juga naik, ini masih bergerak terus," tandas H Chairil Anwar.

Sementara Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Zulfiansyah menerangkan dengan terjadinya penurunan pada APBD Kukar 2021, maka disesuaikan dengan prioritas pembangunan.

"Dari Banggar, kita seperti di sampaikan menyesuaikan dengan kebutuhan generik yang menjadi prioritas. Masyarakat juga harus bisa memahami kondisi keuangan yang saat ini anjlok, dan mudah mudahan saja nanti 2022 bisa normal kembali," kata Ahmad Zulfiansyah.

Pihaknya nantinya juga akan berusaha berkoordinas dengan kementerian maupun dirjen yang ada kaitannya dengan kegiatan untuk di Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Mudah mudahan bisa dan ada hasilnya. Kita tahu bahwa kondisi sekarang ini semua aspek tidak bergerak karena kondisi Pandemi Corona, pariwisata , ekonomi kerakyatan semua terkenda dampaknya. Pun begitu dengan pendapatan daerah, juga mengalami penurunan,"beber Ahmad Zulfiansyah.

Ahmad Zulfiansyah juga berharap geliat pariwisata dan ekonomi kerakyatan pada 2021 nanti bisa bangkit kembali, sehingga semua sektor maju.

"Pulau Kumala, kemudian obyek wisata lainnya dibuka kembali. Sehingga nanti bisa menyumbang untuk pendapatan daerah Kukar," tandasnya.
(zul/ADV Diskominfo)

Pasang Iklan Disini
Top