• Selasa, 22 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Anggota KPU Kukar


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Anggota KPPS yang akan bertugas di TPS pada Pilkada Kukar 9 Desember mendatang harus rapid test terlebih dahulu. Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Hal ini diungkapkan Komisioner KPU Kukar Nofand Surya Gafillah, saat menghadiri acara sosialisasi penyuluhan produk hukum di tingkat PPS se Kecamatan Tenggarong yang diselenggarakan oleh PPK Tenggarong di sekertariat PPK Tenggarong, Kamis (5/11).

Nofand mengatakan, sebelum melakukan tugasnya anggota KPPS akan di rapid test terlebih dahulu, jika hasilnya ada yang reaktif maka kita coba berusaha semaksimal mungkin dan beberapa hari kedepan kita lakukan lagi rapid test dan semoga hasilnya negatif.

"Kalau hasil reaktif dari rapid test belum tentu seseorang dinyatakan positif covid-19, bisa karena faktor kelelahan kerja atau sakit ringan, maka kita tidak boleh langsung mengganti KPPS tersebut, kecuali itu mendekati hari H pemungutan dan jika sampai hari H belum menunjukkan hasil, maka kita ada opsi mencari KPPS pengganti yang memenuhi syarat, " terangnya.

Ia menambahkan, hal ini sudah tertuang melalui Keputusan KPU RI Nomor 476/pp.04.2-Kpt/01/X/2020 tentang perubahan kedua atas Keputusan KPU nomor 66/PP.06.4-Kpt/03/KPU/II/2020, tentang pedoman teknis pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Sementara itu Ketua PPK Tenggarong Muhammad Ari mengaku, Anggota KPPS wajib melakukan rapid test ketika telah ditetapkan,dan ini sesuai dengan regulasi. (One/adv)

Pasang Iklan Disini
Top