• Senin, 21 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Husniansyah.



TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Dipilihnya Desa Tanjung Batu di Kecamatan Tenggarong Seberang menjadi pilot projek kawasan cadangan pangan strategis nasional dengan tajuk "Desa Sinergi Hijau" bina Teritorial Kodam VI Mulawarman, membuat masyarakat Desa Tanjung Batu bangga dan akan membantu mensukseskan program tersebut.

Kepala Desa Tanjung Batu Husniansyah mengatakan, kegiatan yang baru pertama kali di satuan wilayah dan yang mengambil inisiatif dari Kodim 0906 Tenggarong ini, akan kita laksanakan sesuai arahan agar Desa kami bisa menjadi kawasan cadangan pangan strategis nasional.

"Dari data awal kawasan ini kurang lebih 460 hektare, namun karena ada kendala di lapangan sehingga proses cetak sawah pada saat itu hanya sampai ditahap land clearing, maka kita bersinergi dengan pihak TNI yang memang sudah mempunyai program untuk membantu masyarakat, dan dalam waktu 8 hari kita mulai percontohan di demplot lokasi awal 3 hektare yang tidak jauh dari kantor Desa, " ungkap Kades Husniansyah.

Dia juga mengaku, saat ini lahan yang sudah fungsional baru sebatas kurang lebih 30 hektare disisi selatan, kemudian ada 15 hektare disisi utara dekat PLTU Cahaya Fajar Kaltim sehingga masih terbatas di 45 hektare yang sudah berfungsi dengan baik dan telah mensuport kebutuhan pangan di Kaltim, maka kita mencoba membangkitkan kembali lahan-lahan tidur ini menjadi produktif.

"Untuk status lahan warga Desa Tanjung Batu merupakan Desa asal dimana sekarang dikelilingi oleh Desa-desa transmigrasi, sehingga status lahan rata-rata masyarakat kita masih surat keterangan garap, maka dari sini kita berpikir ada arah perhatian pemerintah untuk membantu proses administrasi legalitas surat tanah sesuai dengan aturan, dan melalui program ini kita harapkan ada multi player efek untuk legalitas surat-surat tanah warga, "terangnya.

Sedangkan untuk bantuan bibit lanjutnya, pihaknya telah bersinergi dengan PT. Bumi Hijau Pangan yang akan menjadi wadah Kebersamaan antara kami di Pemerintahan Desa melalui BUMDes serta pihak TNI untuk mengawal.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Tanjung Batu Mian menuturkan, dengan program ini kami sangat bersyukur karena TNI dan pemerintah secara tidak langsung membantu kami untuk mengembangkan lahan tidur untuk menjadi produktif, sehingga masyarakat pun bisa membantu mengelola, dan selain berdampak pada ketahanan pangan nasional juga berdampak pada ekonomi masyarakat setempat.

"Kami bersyukur karena lahan tidur ini sudah lama tidak tersentuh, dan sekarang dengan bantuan pemerintah dan TNI lahan ini bisa menjadi produktif dan bisa berdampak pada ekonomi warga dan juga dapat kedepan bisa menjadi kawasan cadangan pangan strategis nasional, "tutupnya. (One)

Pasang Iklan Disini
Top