• Jum'at, 30 Oktober 2020
logo
Pasang Iklan



(Kegiatan kampanye pasangan Edi-Rendi)


KECAMATAN Loa Kulu dan Muara Badak, berturut-turut menjadi dua daerah yang dikunjungi pada masa awal kampanye diputaran kedua pasangan calon Edi Damansyah dan Rendi Solihin.

Dua daerah ini memiliki kesamaan karakteristik. Yaitu memiliki potensi pertanian yang begitu besar. Para petani pun menyampaikan banyak masukan dan pesan untuk perkembangan sektor pertanian kepada Edi Rendi.
Di antaranya adalah, sumber irigasi yang memadai, infrastruktur jalan usaha tani hingga peralatan pertanian. Begitu juga dorongan bantuan pihak swasta untuk terlibat aktif menciptakan pasar dari hasil pertanian tersebut.

Bertempat di rumah salah seorang warga bernama Sugito, di Jalan Jawa Baru, RT 14, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, masyarakat mendengarkan langsung visi misi Edi-Rendi.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Tim Pemenangan Husni Thamrin, Wakil Ketua Tim Pemenangan Haruna Rasyid, Sekretaris Pemenangan Efri Novianto, serta anggota timses di tingkat kabupaten dan kecamatan. Kecamatan Loa Kulu pun menjadi salah satu daerah dengan perkembangan pesat di berbagai sektor.

Terintegrasinya program pemerintah dan swasta, diharapkan terus mendorong terus tumbuhnya lumbung-lumbung perekonomian. Sebut saja di kawasan Jonggon, yang kini memiliki potensi perekonomian yang sangat besar di bidang peternakan. Salah satu kawasan eks tambang di kawasan itu, kini digunakan menjadi Komplek Mini Ranch. Ribuan ekor sapi digembalakan kelompok tani di kawasan tersebut. Pemanfaatan lahan tak produktif pun membuat kelompok tani di kawasan tersebut bersorak.

Bahkan sapi di kawasan eks tambang ini, disebut-sebut yang paling sukses tumbuh di Kaltim. Di Desa sebelah, yaitu Desa Sungai Payang juga terdapat pemanfaatan lahan eks tambang untuk penanaman daun kelor. Meski semula tak begitu familier bagi warga, namun ternyata daun ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Termasuk juga manfaat bagi kesehatan. Apresiasi masyarakat kepada Edi Damansyah pun turut dibalasnya. Menurut Edi, niat tulusnya membangun Kukar justru menjadi terwujud atas kepercayaan serta sinergitas yang terbangun.

"Saya melihat ada semangat yang sangat besar dari warga. Tidak cukup hanya dengan peran pemerintah. Kami ingin mendorong kekuatan umat dengan memaksimalkan sumberdaya yang ada," kata Edi Damansyah.

Tak hanya mengeksploitasi sumber daya sektor pertanian dalam arti luas, Edi - Rendi juga mengapresiasi semangat para petani dengan mendorong ketersediaan infrastruktur pertanian serta menyejahterakan para petani. Di antaranya pembangunan 120 kilometar jalan usaha tani serta 120 embung.
Tidak hanya itu, program bantuan kepada 25 ribu nelayan produktif juga akan menjadi bagian penting menumbuhkan sinergitas pemerintah dan petani.

"Mereka para petani ini menjadi pahlawan pangan bagi kita semua. Tentunya tidak hanya mendorong produksi pertanian, tapi juga harus memerhatikan kesejahteraan mereka. Saya tentu akan banyak mendengar dan merangkul dalam barisan yang sama," imbuhnya.

Program pertanian di Loa Kulu menurutnya memiliki potensi jadi kawasan agrowisata. Sehingga turut menciptakan pemasukan perekonomian di bidang UMKM dan pariwisata. Di era kepemimpinannya menjadi Bupati Kukar aktif, lima desa di Kecamatan Loa Kulu yang resmi ditetapkan sebagai Kawasan Perdesaan Agrowisata Bahari di Loa Kulu yaitu Desa Jembayan Tengah, Loh Sumber, Sumber Sari, Ponoragan, dan Desa Sepakat.

"Kalau pertaniannya terus bangkit, kita sekolahkan anak-anak kita menjadi sarjana pertanian. Ada sepuluh ribu beasiswa untuk anak-anak kita di Kukar. Kedepan anak-anak kita ini yang juga akan menumbuhkan sektor pertanian," imbuhnya.

Di sejumlah desa di Kecamatan Loa Kulu beberapa tahun terakhir masyarakat aktif menggelar berbagai festival. Misalnya saja Festival Adat dan Budaya Loa Kulu Kota Tuha dan Festival Adat dan Budaya Loa Kulu. Edi Rendi pun mengemas pengembangan industri ekonomi kreatif akan dipadukan dengan program 100 festival kebudayaan di Kukar.

Sebagai sosok dari kalangan milenial, masyarakat pun meyakini figur Cawabup Kukar Rendi Solihin akan memberi sentuhan berbagai kebijakan khas pemuda.

"Para pemuda tidak hanya akan mengenal kebudayaan di daerah masing-masing, tetapi juga akan dilibatkan dalam festival kebudayaan tersebut. Sehingga akan tumbuh rasa memiliki akan kearifan lokal di Kukar," kata Rendi Solihin.

Sedangkan di Muara Badak, program peningkatan UMKM serta Kukar Siap Kerja, menjadi juga disambut antusias masyarakat. Tak ingin tergantung dengan perusahaan migas yang beroperasi di Muara Badak, Edi Rendi juga memastikan kantung perekonomian tumbuh dari sektor lain. Termasuk pariwisata pesisir serta sumber daya perikanan dan kelautan di Muara Badak.

"Sebenarnya banyak sekali potensi di tingkat desa dan kelurahan yang bisa digarap maksimal. Saat ini bicara sektor parisiwata di Kukar, wisatawan tidak hanya melihat Tenggarong saja. Karena objek wisata sudah tersebar di kecamatan lain. Tinggal kita lanjutkan untuk dikelola dengan baik lagi," imbuh Rendi.



(kr1)

Pasang Iklan Disini
Top