• Minggu, 20 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Plt Bupati Chairil Anwar)



TENGGARONG (kutairaya.com) - Sebagai upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan serta percepatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara, maka dilakukan perpanjangan waktu pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan relaksasi dan penerapan pembatasan sosial Adaptasi Kebiasaan Baru pada masa pandemi COVID-19 dalam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara hingga 28 Oktober 2020 dan akan dilakukan evaluasi lebih lanjut.

Hal ini diungkapkan Plt Bupati Kukar Chairil Anwar Rabu (14/10) sore.

Menurut Chairil Anwar, perpanjangan kedua Pelaksanaan Evaluasi Penyelenggaraan Relaksasi dan Penerapan Pembatasan Sosial ini mempertimbangkan perkembangan kasus COVID-19 yang belum menunjukan adanya penurunan kasus secara signifikan selama 14 hari perpanjangan waktu pelaksanaan yang pertama.

"Berdasarkan data tanggal 1 sampai 14 Oktober 2020 telah terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kukar sebanyak 498 kasus dari total 1.717 kasus atau terjadi peningkatan kasus dari 14 hari sebelumnya 414 kasus, dengan jumlah kasus meninggal dunia sebanyak 6 kasus dari dari total 28 kasus atau terjadi penurunan kasus dari 14 hari sebelumnya yakni 8 kasus, " jelasnya.

Ia menambahkan, dalam surat edaran perpanjangan ini isinya masih sama, seperti pembatasan aktivitas dan pembatasan sosial bagi seluruh pelaku usaha milik perorangan, swasta maupun yang menggunakan area publik milik Pemerintah di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan ketentuan pasar rakyat atau pasar malam dibatasi pagi dari pukul 06.30 sampai 09.30 WITA dan SORE dari pukul 16.30 sampai 21.30 WITA, restoran, rumah makan, angkringan, café, Pedagang Kaki Lima (PKL), Tempat Hiburan atau ketangkasan dan usaha sejenis dibatasi sampai pukul 23.00 WITA.

"Kemudian pembatasan pengunjung maksimal 30 % dari kapasitas ruangan atau tempat duduk dan wajib melakukan rekayasa pengaturan ruangan, mengutamakan tidak makan dan minum di tempat dan dianjurkan dibawa pulang ke rumahmah (take away), " katanya.

Dia menambahkan, sehubungan dengan semakin meningkatnya penularan covid-19 di lingkungan keluarga maka kami menghimbau kembali kepada masyarakat Kutai Kartanegara untuk patuh dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 berupa bagi anggota keluarga yang menunjukkan gejala lekas lelah, nyeri otot, demam, batuk, pilek, sesak, hilang penciuman agar segera memeriksakan diri ke Fasilitas kesehatan atau Unit Pelayanan COVID-19 Rumah Sakit terdekat.

"Bagi anggota keluarga yang diwajibkan menjalani karantina oleh petugas
kesehatan harus mematuhi semua protokol kesehatan dan tidak diperkenankan keluar dari tempat karantina serta berinteraksi secara fisik dengan anggota keluarga yang lain, wajib menggunakan masker secara baik dan sesuai standar selama perjalanan dari atau menuju rumah, selama berada di tempat kerja atau fasilitas umum serta selama berada dirumah jika terdapat anggota keluarga yang menunjukkan gejala, " terangnya.

Kemudian lanjutnya, wajib menerapkan jaga jarak (physical distancing) di kendaraan selama perjalanan dari atau menuju rumah dan selama berada di tempat kerja atau fasilitas umum, hindari keluar rumah kecuali hanya untuk urusan penting atau mencari nafkah, hindari menghadiri kegiatan atau acara yang menghadirkan banyak orang, hindari makan minum secara bersama dan saling berhadapan (jarak kurang 1 meter) baik di dalam maupun di luar rumah.

"Lalu selalu menjaga kebersihan tangan dengan air mengalir dan sabun atau antiseptik hand sanitizer, serta segera mandi dan berganti pakaian setiap pulang kerumah, "Pungkasnya.
(one)

Pasang Iklan Disini
Top