• Jum'at, 30 Oktober 2020
logo
Pasang Iklan



(Ahmad Zulfiansyah)



TENGGARONG (kutairaya.com) - Wacana pemekaran Kecamatan Tenggarong kembali mengemuka seiring bertambahnya jumlah penduduk yang signifikan di Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara tersebut.

Anggota DPRD Kukar H. Ahmad Zulfiansyah mengatakan, pemekaran Tenggarong tetap penting artinya sesuai dengan perkembangan penduduk dan banyak daerah yang jumlah penduduknya meningkat signifikan dan ini harus kita siasati dengan pemekaran, baik itu di Kelurahan maupun Desa di Tenggarong.

"Sementara ini ada dua Desa di Kota Bangun dan Samboja yang di mekarkan dan kalau bisa di Tenggarong juga bisa dimekarkan lebih cepat lebih baik, karena di Tenggarong jumlah Dapil yang terbesar sekaligus menjadi primadona, dan jika melihat infrastrukturnya juga belum menyeluruh dilokasi yang terpencil, dan saat kita memperbaiki jalan di lokasi yang jauh dari pusat kota juga jumlah penduduk meningkat signifikan, "ungkap Ahmad Zulfiansyah yang juga sebagai Ketua Fraksi gabungan PPP-PKS ini.

Politisi PPP tersebut mengaku, jika ada pemekaran kami tidak masalah, karena untuk kelurahan dan Desa di Tenggarong ini sudah banyak ada 14 dan idealnya harusnya di bawah 10 di satu Kecamatan, contoh di Muara Wis hanya 7 dan di Kota Bangun lebih dari 20 maka di mekarkan, dan untuk Tenggarong memang bisa di mekarkan untuk dibuat Kecamatan baru, tetapi kalau memang tidak bisa dibuat Kecamatan baru, paling tidak Kelurahan atau Desanya ditambah.

"Dan yang paling penting saya berharap dengan wacana banyak daerah yang di mekarkan ada wacana provinsi Kutai Raya dan ini sangat penting sekali karena syarat Provinsi baru harus memiliki 5 Kabupaten Kota sementara di Kukar sudah mengembangkan ada 5 sampai 6 Kabupaten Kota dan ini bisa dihimpun menjadi wacana untuk provinsi baru, dan semoga bisa disetujui oleh kawan-kawan baik dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, jadi wacana awal kita bisa membuat provinsi Kutai Raya, " terang Anggota DPRD Kukar dari Dapil Tenggarong tersebut.

Zul sapaan akrabnya menambahkan, jika Tenggarong bisa dimekarkan maka bisa membuat nama Kecamatan baru seperti Tenggarong Kota dan Kecamatan Tenggarong, artinya kalau di wilayah Kota ya perkotaan khusus dan ranahnya seluruhnya Kelurahan, dan kalau di Tenggarong dimekarkan menjadi dua Kecamatan maka untuk nama Tenggarong tapi wilayahnya ada beberapa Desa.

Sementara itu, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid juga menyetujui jika ada pemekaran Tenggarong, karena dilihat dari jumlah penduduk Tenggarong ini harus di mekarkan, saya mencontohkan Kelurahan Loa Ipuh saja ada 17.000 penduduk hampir tiga kali lipat dari Kecamatan Muara Wis.

"Dan ini secara otomatis akan menghambat proses urusan administrasi di Kelurahan tersebut, makanya kemarin sempat ngobrol dengan jajaran Kecamatan Tenggarong bagaimana memberikan telaahan berkaitan untuk rencana pemekaran wilayah Tenggarong, " pungkasnya. (one/adv)

Pasang Iklan Disini
Top