• Senin, 21 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Bupati Edi Damansyah saat meninjau TCM di RSUD AM Parikesit)



TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Parikesit kini memiliki mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk pemeriksaan sampel dahak pasien terduga Covid-19.

"Laboratorium uji swab ini diharapkan akan mempercepat proses pemeriksaan pasien dengan dugaan terpapar Covid-19, sehingga tidak akan terkendala waktu dalam memberikan pelayanan kepada pasien, " ungkap Bupati Kukar Edi Damansyah saat meninjau mesin TCM di RSUD AM Parikesit, Selasa (9/6).

Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, peralatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar melalui RSUD AM Parikesit untuk menyediakan fasilitas pelayanan dan memberi kepastian kepada masyarakat.

"Alat ini baru ada seminggu, semoga keberadaan peralatan ini dapat segera mengetahui status pasien, misalkan ada pasien yang meninggal dunia dan belum ada kepastian apakah pasien tersebut positif Covid-19 atau negatif maka dimakamkan dengan protokol covid-19, dengan adanya peralatan ini bisa memberikan kepastian, " katanya.

Edi mengungkapkan, peralatan ini sudah tersedia maka kepada petugas medis yang menangani ini, saya minta gunakan dengan sebaik-baiknya dan layani masyarakat juga sebaik-baiknya.

Ditengah kita memutus mata rantai penyebaran covid-19 lanjutnya, gerak searah di Kukar mulai dari masyarakat, para pelaku usaha dan stack holder lainnya kita bersama-sama untuk memberikan kepastian yang melindungi masyarakat.

"Baik itu di bidang kesehatan, kita juga mendorong bidang ekonomi juga bergerak kemudian jaringan penanganan sosial kita berikan dengan baik, " tambahnya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama RSUD AM Parikesit dr. Martina Yulianti menjelaskan, mesin TCM ini hasilnya dalam 1 jam hanya bisa menguji 2 sampel, kedepan kita bisa operasikan 18 jam sehingga bisa menguji hingga 160 sampel.

Ketika disinggung mahalnya biaya pemeriksaan Swab Test yang mencapai Rp 1,9 juta belum termasuk surat keterangan hasil PCR, Martina memastikan bahwa ini untuk masyarakat yang memeriksa mandiri sebagai keperluan sendiri atau syarat penerbangan.

"Untuk pemeriksaan mandiri biayanya Rp 1,9 juta, kenapa mahal karena bahan habis pakainya juga mahal untuk pemeriksaan tes swab tersebut, kalau kita hitung cartridge nya, Virus Transpot Media (VTM), reagent dan sebagainya bisa sampai Rp 2 juta, " jelasnya.

Sementara untuk pemeriksaan pasien terkonfirmasi positif covid-19, Martina memastikan biaya pemeriksaan sudah ditanggung Negara dan Pemerintah Daerah. (one/adv)

Pasang Iklan Disini
Top