• Selasa, 22 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Andi Faisal)




TENGGARONG - Masih banyaknya masyarakat terdampak pandemi covid19 yang seharusnya mendapat bantuan tetapi kenyataannya tidak mendapat bantuan paket sembako dari pemerintah daerah menjadi perhatian sejumlah legislatif di DPRD Kukar.

Ketua Komisi III DPRD Kukar Andi Faisal mengatakan, pemerintah daerah hingga kini saya nilai belum sigap menyikapi wabah pandemi covid19 khususnya pendistribusian paket sembako kepada masyarakat Kukar yang terdampak.

"Prosedur operasi pembagian paket sembako dari pemerintah daerah membuat kami bingung karena ada sebagian masyarakat terdampak tidak menerima, dan saya akui maunya masyarakat pembagian cepat, kemudian anggarannya sudah siap dan kami ingin pendistribusian di serahkan ke Kecamatan masing-masing sekaligus pendataan, " tutur politisi Golkar tersebut.

Hal yang sama mengenai pendistribusian paket sembako pemerintah daerah juga di suarakan Ketua Komisi I DPRD Kukar Supriyadi.

Menurut politisi PAN tersebut, pendistribusian paket sembako oleh pemerintah daerah menjadi buah simalakama, karena tidak meratanya pendistribusian menjadi masalah, seperti apa mekanisnme pembagian paket sembako dan siapa saja yang mendapatkan.

"Saya berpendapat indikator di tengah pandemi covid-19 ini seharusnya semua warga bisa dapat walaupun nilai satu paket hanya 50.000 yang terpenting seluruh masyarakat bisa merasakam," ungkanya.

Baik Andi Faisal dan Supriyadi berharap, kedepan pemerintah daerah melalui dinas terkait agar dalam pendataan benar-benar kondisi masyarakat dilapangan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang seharusnya dapat tetapi kenyataan tidak dapat bantuan. (one/adv)

Pasang Iklan Disini
Top