• Senin, 21 Juni 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Himbauan)



TENGGARONG - Bertambahnya kasus positif covid-19 di Kukar tentu menjadi perhatian semua pihak, apalagi hingga Selasa 5 Mei 2020 telah diumumkan melalui press release Bupati Kukar Edi Damansyah, bahwa kasus positif di Kukar bertambah 1 sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 14 dengan 2 pasien dinyatakan sembuh.

Meskipun Kukar bertambah kasus positif covid-19, pantauan kutairaya.com di beberapa ruas jalan di Tenggarong masih saja banyak masyarakat beraktifitas diluar rumah, bahkan beberapa warga pun terlihat tidak menggunakan masker saat diluar rumah, dan masih ada sebagian tempat terdapat beberapa kerumunan warga.

Kondisi ini berbeda ketika Kukar baru dinyatakan 2 pasien positif covid-19, saat itu instansi terkait setiap hari melakukan himbauan kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah hanya saat keperluan penting, dan meminta masyarakat hindari berada dalam kerumunan, sontak himbauan tersebut langsung dijalankan masyarakat sehingga saat itu terlihat di beberapa ruas jalan di Tenggarong lengang dan sepi dari aktifitas masyarakat diluar rumah.

Tetapi kondisi justru berbeda, saat diumumkan ketika itu 2 pasien positif dinyatakan sembuh, terlihat beberapa masyarakat kembali beraktifitas diluar rumah bahkan beberapa ruas jalan terlihat macet setiap sore, seperti di Jalan Maduningrat dan Jalan Kartini.

Bahkan ketika diumumkan penambahan 10 orang terkonfirmasi positif covid-19 di Kukar pada Sabtu (2/5) lalu, aktifitas masyarakat diluar rumah tetap saja ada di beberapa lokasi seakan kondisi di Tenggarong dirasa masih aman dari Covid-19 oleh sebagian warga, dan beberapa instansi seperti Satpol PP juga melakukan patroli mendatangi kerumunan warga untuk dihimbau jaga jarak fisik dan bila perlu tidak beraktifitas diluar rumah selama pandemi covid19 masih meresahkan.

Melihat kondisi aktifitas masyarakat diluar rumah masih ramai meskipun kasus positif virus corona bertambah, sebagian driver ojek online berinisiatif membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, yakni dengan cara memberikan himbauan tertulis "dirumah aja" kepada setiap pelanggan ojol saat mengantarkan barang pesanan.

"Saya lihat masih banyak masyarakat yang beraktifitas diluar bahkan ada beberapa tempat terdapat kerumunan, sedih lihatnya sebagian masyarakat tidak mengindahkan himbauan pemerintah untuk tetap dirumah apalagi sekarang kasus positif corona juga bertambah, jangan sampai kasus positif ini bertambah lagi, "ungkap salah seorang driver ojol yang enggan disebut namanya.

Menurutnya, masyarakat harus ikuti arahan pemerintah sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19, dengan tidak beraktifitas diluar rumah dan sebisa mungkin hindari berada dalam kerumunan.

"Dengan membagikan himbauan tertulis dirumah aja kepada pelanggan, minimal apa yang kami lakukan ini juga ikut membantu pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap dirumah guna memutus mata rantai penyebaran, dan biarkan kami saja yang membantu membeli dan mengantarkan pesanan masyarakat melalui aplikasi ojol, " ujarnya.

Ia dan sejumlah driver ojol lainnya berharap, pandemi ini segera berakhir, dan masyarakat bisa kembali menjalankan aktifitas seperti sedia kala. (one)

Pasang Iklan Disini
Top