Fenomena Batu Akik juga "Mewabah" di Tenggarong

Fenomena Batu Akik juga "Mewabah" di Tenggarong

Koleksi Batu Akik yang dimiliki RahayuKoleksi Batu Akik yang dimiliki Rahayu
Photo: Fairus


Rahayu sibuk menggosok batu akik
Rahayu sibuk menggosok batu akik
Photo: Fairus

KutaiRaya.com - 17/03/2015 16:20 WITA
Fenomena batu akik kian "mewabah", tidak hanya di ibukota negeri ini. Namun dihampir penjuru pelosok demam batu akik semakin menjamur. Di kota raja Tenggarong, diketahui ada dua pengrajin batu akik, yang keduanya merupakan ibu rumah tangga.


Rohani salah satunya. Warga di Jalan Majen Panjaitan Tenggarong ini setiap harinya mengosok dengan mesin gosok batu untuk mendapatkan motif batu akik yang menarik.


"Dalam waktu sehari saya menggosok bisa dapat 10 biji batu, tapi tergantung batunya. Kadang-kadang ada batu yang keras sehingga untuk menghaluskannya agak lama, apa lagi akik Sulaiman batunya lebih keras, jika sudah jadi batu akik Sulaiman ini motif lebih cantik," ucap Rohani.


Selain Rohani ada pula Rahayu, Rahayu, yang sebelumnya berprofesi sebagai perias pengantin, juga menekuni pembuatan batu akik. Bahkan motifator para warga sekitar untuk menggosok batu akik yang lagi membuming dan banyak di cari orang. Berbagai jenis batu yang sudah di koleksinya sejak lima bulan terakhir ini. Semuanya itu berasal dari bongkahan batu yang ia temukan di hulu sungai mahakam Kalimantan Timur.


"Awalnya saya dikasih mimpi ngasah batu, hijau hitam, semenjak itu saya seperti gila batu akik, ditempat tidur ada batu akik, malahan saat jalan didalam tas saya bawa batu akik juga,"tutur Rahayu.


Beberapa jenis batu akik yang sudah jadi dan di koleksinya, seperti batu akik Sulaiman Madu, akik Sulaiman Junjung Drajat, akik Nilam sulaiman dan akik Sulaiman Retak Seribu. Selan itu juga, ada beberapa motif batu akik yang ia koleksi, yakni akik Sendawar, akik Barong, akik meteor. Dan batu khas Kalimantan yaitu Kecubung Air, Kecubung Kelian, Kecubung Madu, Kecubung Kopi dan Firus Kalimantan. Yang hingga kini kesemuanya mencapai tiga ratus buah dengan bongkahan mencapai ratusan kilo beratnya. Bahkan Rahayu memiliki satu koleksi yang punya karakter berbeda, yaitu batu akik merah keling yang bisa menembuh tujuh gelas air jika di pancarkan lampu senter pada batu akik tersebut.


"Ada yang batunya keras itu Akik sulaiman, sudah beberapa saya kirim ke pelanggan di Bandung, 15 butir dhargai Rp 10 juta," tutur Rahayu.
(rus)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved