• Minggu, 07 Juni 2020
logo
Pasang Iklan



(Jumpa pers usai rapat terbatas soal virus corona)


TENGGARONG - Wabah Virus Corona (Covid 19) yang saat ini sangat meresahkan masyarakat, disikapi serius Pemkab Kukar.

Bahkan, Pemkab Kukar bersama unsur Forkopimda Kukar akan membentuk Tim Cegah Tangkal dalam waktu dekat, Hal ini diungkapkan Sekda Kukar Sunggono saat jumpa pers usai rapat kordinasi penanganan Virus Corona di RSUD AM Parikesit Senin (16/3).

Sekda Kukar Sunggono mengatakan, untuk menyikapi virus corona (covid 19) yang saat ini sangat meresahkan masyarakat, termasuk upaya kita bagaimana mengambil langkah-langkah kebijakan antisipasi, maka kami bersama unsur Forkopimda Kukar dan beberapa OPD untuk mendiskusikan hal terkait rencana kebijakan dalam kasus virus corona kedepan.

"Kami telah berdiskusi untuk rencana kebijakan dalam kasus virus corona, baik itu dalam bentuk SK Bupati Kukar dan rencana tindakan yang lebih spesifik yang akan melibatkan stakeholder di Kukar yang berkordinasi di bawah tim cegah tangkal, " ungkap Sekda Kukar Sunggono di dampingi unsur Forkopimda Kukar seperti Dandim 0906 Tenggarong Letkol Inf Charles Alling, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid, perwakilan Kapolres Kukar dan Kepala BPBD Kukar serta Plt Dirut RSUD AM Parikesit Martina Yulianti.

Sunggono juga memastikan, untuk status Kukar dalam hal virus corona yakni Siaga, ini berdasarkan edaran terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional.

"Jadi untuk Kukar statusnya berdasarkan BPBN yakni Siaga dengan keadaan tertentu, " tuturnya.

Saat disinggung daerah lain di Kaltim yang telah meliburkan sekolah selama dua pekan terkait wabah virus corona, Sunggono mengaku kebijakan meliburkan sekolah harus kita pahami bukan pengertian libur, tetapi anak-anak kita sekolahkan dirumah sementara tidak belajar dikelas.

"Dan kebijakan ini insya Allah akan kita berlakukan di Kukar dengan pertimbangan obyektif, sehingga sementara waktu paling tidak seminggu kedepan mereka akan kita sarankan untuk sekolah dirumah dan diberi tugas oleh guru dan diawasi orang tua, termasuk juga kita sarankan orang tuanya tidak membawa mereka keluar dari lingkungannya, maksudnya jangan sampai kita sarankan sekolah dirumah tetapi malah di ajak orang tuanya ketempat hiburan dan keramaian, "ucapnya.

Sunggono menambahkan, kebijakan sekolah dirumah ini akan kita evaluasi apakah hal ini bisa efektif untuk bisa membawa anak-anak kita tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar. (one)

Pasang Iklan Disini
Top