• Kamis, 02 Juli 2020
logo
Pasang Iklan



Puncak dari pelaksanaan Adat Erau 2019 yakni prosesi mengulur naga dan belimbur, Minggu (15/9/2019) siang.

Acara yang berawal dari prosesi mengulur naga yang di bawa menggunakan kapal menyusuri sungai mahakam ke Kutai Lama, dan Pada saat yang bersamaan di tenggarong, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menjalani prosesi Beumban dan Begorok, di lanjutkan dengan Sultan naik ke RanggaTiti ( Balai yang terbuat dari bamboo kuning ). Pada prosesi ini Sultan memercikan Air Tuli ke dirinya sendiri,

setelah itu dengan payung pinang, Air Tuli dipercikkan Sultan ke orang - orang di sekelilingnya, maka pada saat itulah acara Belimbur yang di tunggu tunggu masyarakat Tenggarong dimulai.

Belimbur adalah acara siram siraman. Di awali dengan sultan memercikkan air tuli, yakni air yang di ambil dari Kutai Lama sebagai asal muasal kerajaan Kutai Kartanegara kepada seluruh hadirin, baik di tempat acara, di jalan jalan, semua masyarakat akan melakukan siram siraman atau belimbur.

Pada acara belimbur ini semua orang akan membiarkan dirinya basah menerima siraman air, tetapi air tersebut tidak boleh disiramkan kepada orang tua, bapak ibu yang membawa anak kecil. Belimbur bermakna penyucian diri dari pengaruh jahat sehingga orang orang yang di limbur kembali suci dan menambah semangat dalam membangun daerah, serta lingkungan dan sekitarnya juga bersih dari pengaruh jahat.

Dari pantauan media ini, disejumlah wilayah di Tenggarong warga melakukan prosesi siram siraman, dimana siram siraman dilakukan kepada para pengendara yang melintas dijalan. (zul)

Pasang Iklan Disini
Top