Seorang Anak di Desa Perjiwa Tenggelam di Sungai Mahakam

Seorang Anak di Desa Perjiwa Tenggelam di Sungai Mahakam

Lakukan Pencarian korbann tenggelamLakukan Pencarian korbann tenggelam
Photo: ist


KutaiRaya.com - 23/03/2019 22:06 WITA
Sabtu (23/3/2019) sore sekira pukul 17.00 Wita, seorang bocah berusia 12 tahun Nurjaki Hasan warga RT 3 Desa Perjiwa dilaporkan hilang tenggelam di Perairan Sungai Mahakam, dikawasan perairan Desa Perjiwa RT 1.

Tim Sar gabungan dari BPBD Kukar, polsek Tenggarong Seberang Satpol PP Kukar ,Tim Inafis Polres Kukar bersama warga setempat langsung melakukan pencarian disekitar tempat tenggelamnya, .

" Tadi sempat dilakukan penyelaman selama 10 menit oleh dua anggota BPBD Kukar yakni Jianto dan Nugroho GM. Penyelaman dilakukan hingga kedalaman 6 meter. Kendalanya ya pandangan zero (nol) atau gelap, ditambah arus yang deras," kata Ketua Regu 4 BPBD Kukar, Amat Solikin (32).

Karena waktu kejadian mendekati malam hari, pencarian dihentikan menjelang maghrib. Rencananya malam ini dilakukan pensisiran dan kalau nanti tidak ada tanda tanda kemunculan maka dilakukan oada Minggu 24/03/2019 pagi pukul 07.00 Wita

Semnetara Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Abdul Rauf melalui Kanit Reskrim Ipda Hadi Winarno mengatakan, usai menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan pencarian bersama tim sar gabungan. Karena pencarian dihentikan, pihaknya hanya melakukan pendataan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi mata.

"Anggota akan standby disini di tempat kejadian hingga besok pagi," katanya.

Peristiwa tenggelamnya seorang anak tersebut, diketahui saat korban bertemu dengan lima temannya, yang kebetulan hendak berenang di bekas Pelabuhan Feri Tradisional.

Melihat teman satu sekolahnya di SDN 018 Tenggarong Seberang tersebut mau berenang. yang tidak jadi mengaji lantaran ustadz-nya sakit, langsung ikut ke pelabuhan.

" Waktu itu sempat saya tanya. Kamu bisa berenang nggak? Terus dijawab sama dia, tidak. Kemudian saya kasih tahu lagi jangan ke tengah ya," kata Tari, adik kelas Nurjaki yang juga temannya.

Sewaktu Nurjaki berenang. Sekitar pukul 17.00 Wita, Tari melihat Nurjaki langsung tenggelam ke dalam air. Ketika itu Tari hanya melihat sejumlah jari dan bagian atas kepalanya saja.

"Cuma lihat jari sama kepalanya sedikit saja. Terus dia juga nggak ada kaya berusaha minta tolong gitu, nggak ada juga menggerakkan tangannya. Bahkan saya lihat, saat itu dia terbawa arus dari pelabuhan sampai dekat keramba ikan, sekitar 30 meteran-lah," ucap Tari.

Tari bersama ke empat temannya yang lain langsung berteriak meminta tolong. Sampai akhirnya seorang warga datang untuk membantu.
" Waktu orang itu mau menolong, teman saya sudah hilang. Nggak lama kemudian banyak orang pada datangan karena dengar teriakan saya," tutur siswi kelas 5 SD ini. (zul)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved