Rita Widyasari Bupati Kukar Bantah Terkena OTT KPK

Rita Widyasari Bupati Kukar Bantah Terkena OTT KPK

penggeledahan oleh KPK dikantor Bupati Kukarpenggeledahan oleh KPK dikantor Bupati Kukar
Photo: ist


KutaiRaya.com - 26/09/2017 22:14 WITA
Bupati Kutai Kartanegara Hj Rita Widyasari membantah isu yang beredar bahwa dirinya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

"Kalau ada isu saya kena OTT KPK itu tidak benar," kata Rita Widyasari tadi malam.

Sementara itu pada Selasa (26/9/2017) tadi pagi tim KPK melakukan penggeledahan di kantor Bupati Kukar.

Para pegawai termasuk para sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Kutai Kartanegara sangat terkejut dengan kedatangan rombongan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Para pejabat, pagi itu sedianya akan melakukan rapat diruang rapat Sekda Kutai Kartanegara untuk membahas terkait dengan asset daerah berupa rumah dinas, namun rapat belum dimulai puluhan anggota KPK datang untuk melakukan penggeledahan.

"Kami pun terkejut, alat komunikasi berupa HP para pegawai yang berada di ruangan sekda dan sekitarnya diminta untuk dikumpulkan semuanya,"kata salah seorang pejabat Kukar.

Menurutya, penggeledahan KPK dilakukan sejumlah ruang di Kantor Bupati seperti diruang Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Kukar.

Sementara itu sebagaimana yang dikutip dari laman Kompas.com, penggeledahan yang dilakukan KPK dikantor Bupati terkait dengan penetapan tersangka Bupati Kartanegara Rita Widyasari.

"Ibu Rita Widyasari itu ditetapkan sebagai tersangka betul, tapi bukan OTT (operasi tangkap tangan)," Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Laode mengatakan, penetapan tersangka Rita Widyasari tersebut dilakukan melalui pengembangan penyelidikan yang dilakukan KPK. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved