Kukar Miliki Warisan Budaya Adi Luhung Yang Tetap Dilestarikan

Kukar Miliki Warisan Budaya Adi Luhung Yang Tetap Dilestarikan

Ketua DPRD Kukar Salehudin (kanan) saat usai menyalakan brong tanda pelaksanaan Erau 2017 dimulaiKetua DPRD Kukar Salehudin (kanan) saat usai menyalakan brong tanda pelaksanaan Erau 2017 dimulai
Photo: ist


KutaiRaya.com - 26/07/2017 21:47 WITA
Pesta rakyat, yakni Erau Adat Kutai dan International Folk Art estival (EIFAF) 2017, Minggu (23/7) resmi dimulai.

Acara pembukaan berlangsung di Stadion Rondong Demang Tenggarong, dimana secara resmi dibuka Menkum-HAM Yasonna Laoly, dihadiri Gubernur Kaltim, Bupati Kukar, Pangdam VI Mulawarman, Ketua BPK Kaltim, Presiden Cycle untuk Indonesia Niko Barito, 7 kontingen EIFAF dari luar negari, para kontingen seni budaya dari sejumlah kabupaten/kota di Indonesia dan undangan lainnya.

Ketua DPRD Kukar Salehudin SSos, Sfil yang turut hadir dalam acara pembukaan, turut pula menyalakan api brong sebagai pertanda Erau Adat Kutai dimulai.

"DPRD Kukar menyambut baik pelaksanaan kegiatan Erau ini." tegas Salehudin.

Salehudian mengatakan bahwa Erau berasal dari kata "Eroh" yang artinya suasana ramai atau suasana penuh suka cita. Festival Erau ini sudah dilaksanakan selama berabad-abad lamanya oleh Kesultanan Kutai, tepatnya sejak abad ke-12 Masehi. Festival Erau merupakan perayaan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi. Tahun ini, Erau kembali dilaksanakan pada bulan ini (Juli, red),

"Karena merupakan puncak dari musim liburan, dan diharapkan dapat mendatangnya lebih banyak wisatawan ke Tenggarong,"ujar Salehudin.

Sedikit berbeda, pada Erau kali ini dihadiri selain kontingen dari berbagai negara erau tahun ini lebih spesial karena dihadiri 19 delegasi maupun dubes dari negara lain.

Salehudin menambahkan tujuan Festival Erau selain mendatangkan wisatawan juga diharapkan dapat memperkenalkan budaya dan kearifan lokal masyarakat Kutai kepada dunia.

"Erau merupakan warisan budaya adi luhung dari nenek moyang kita yang wajib kita jaga dan pelihara. Dalam festival ini akan digelar berbagai kesenian dan tradisi Kesultanan Kutai yang juga akan bersanding dengan warisan budaya dunia dari berbagai bangsa di penjuru dunia. Saya berharap kepada semua fihak dan warga masyarakat dapat mensukseskan pelaksanaan erau tahun ini, dengan menjaga tradisi, ketertiban dan keamanan lingkungan,,"papar Salehudin. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved