Wisma Kukar di Jakarta Hasilkan PAD Rp60 Juta

Wisma Kukar di Jakarta Hasilkan PAD Rp60 Juta

Kunjungan Komisi III di Wisma Kukar di JakartaKunjungan Komisi III di Wisma Kukar di Jakarta
Photo: ist


KutaiRaya.com - 23/05/2017 22:13 WITA
Upaya jajaran UPT BPKAD Kukar yang mengelola Wisma Kukar di kawasan menteng Jakarta patut di acungi jempol. Dalam data setoran PAD (Pendapatan Asli Daerah) Sejak Maret 2017 akhir sudah capai Rp 60 juta.

"Kami dari DPRD sangat mengapresiasi pengelolaan Wisma Kukar di Jakarta," kata Firnadi Ikhsan usai meninjau bersama Sugianto Anggota Komisi III DPRD Kukar beberapa waktu lalu.

Dari hasil optimalisasi wisma yang sejak akhir tahun 2015 sudah dikeluarkan SK Bupati tentang status barang dan tarif sewa maka jajaran UPT mulai bersiap mengelola dan akhirnya mulai mengumpulkan penerimaan.

"Ditengah kondisi yang menuntut karya menghasilkan PAD, ada upaya nyata yang dilakukan BPKAD, DPRD kukar sangat mengapresiasi upaya ini apalagi jajaran UPT bahkan harus bergantian menjadi receptionis agar ini berjalan." Katanya.

Menurut Sugianto di Wisma tersebut terdapat 9 kamar yang di sewa kan dengan harga mulai Rp 240 ribu sd Rp 1.7 juta, dan 1 ruang rapat per 8 jam dengan tariff Rp 450 ribu.

Lokasi wisma dekat Masjid Sunda Kelapa dikawasan perumahan yang tenang dan nyaman dilengkapi sauna, ruang fitnes dan perabotan yang artistik.
Penyewa selama ini hanya tahu dari mulut kemulut dan kebanyakan dari Pulau Jawa dengan menghubungi Suyanto CP:081288032105 staf UPT.

Di kawasan ini, Kukar memiliki total 6 bangunan yang harusnya bisa di optimalkan. Beberapa perlu di rehab bahkan sudah ada teguran dari RT setempat karena bangunan yang terbengkalai di pusat kota mengganggu pemandangan.

Bagian asset di BPKAD, menurut Sugianto perlu menghitung dan merekomendasikan perbaikannya. Kalau coba di hitung maksimal 30 kamar dari 6 rumah ini dengan harga Rp 500 ribu rata-rata maka setahun bisa meraup Rp 5 milyaran.

"Ini harus di seriusi oleh bagian asset dan semangat optimalisasi ini juga harus di jaga dan ikuti OPD lainnya yg memiliki tugas tugas mengumpulkan pendapatan asli daerah," kata Firnadi Ikhsan. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved