Ikatan Guru Indonesia Kunjungi Sultan H.A.M Salehuddin II

Ikatan Guru Indonesia Kunjungi Sultan H.A.M Salehuddin II

Sekjen IGI Pusat Mampuono R   Tomoredjo  Pengurus IGI Kukar Bersilaturahmi dgn Sultan H. Aji   Muhammad Salehuddin IISekjen IGI Pusat Mampuono R Tomoredjo Pengurus IGI Kukar Bersilaturahmi dgn Sultan H. Aji Muhammad Salehuddin II
Photo: ist


KutaiRaya.com - 03/02/2017 23:01 WITA
Sekjen (Sekretaris Jendaral) IGI (Ikatan Guru Indonesia) pusat Mampuono R Tomoredjo di dampingi oleh Ketua IGI Kukar (Kutai Kartanegara) Sutopo Gasif beserta jajaran Pengurus IGI Kukar,Selasa (31/01) lalu melakukan silaturahmi dengan berkunjung ke kediaman Sultan H. Aji Muhammad Salehuddin II.

Kesultanan Kutai Kartanegara yang masih diakui saat ini adalah Sultan H. Aji Muhammad Salehuddin II. Sultan saat ini berusia 94 tahun dan menetap di kediaman yang cukup sederhana untuk seorang sultan.

Para Sultan Kutai biasa menetap di keraton di tepi sungai Mahakam itu turun temurun. Terkecuali Sultan yang sekarang.

Mampuono merasa senang ketika diberi kesempatan untuk bisa "sowan" kepada Sultan, Tata tertib keraton seharusnya mengatur tamu supaya datang kepada sang Sultan dalam kondisi bersimpuh.

"Namun kali ini kami diberi keistimewaan. Oleh pihak Kesultanan kami diberi kesempatan untuk menjadi tamu yang bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan dengan Sultan. Bahkan sang sultan mempersilakan rombongan Sekjen IGI untuk bisa duduk berdampingan satu kursi," katanya.

Hal ini membuat nya kagum atas kerendahatian yang dimiliki Sultan .

"Kami mendapat kesempatan berkunjung ke Sultan karena difasilitasi oleh ketua IGI Kukar, Sutopo Gasif. Hubungannya yang dekat dengan Putra Mahkota Sultan membuat IGI memperoleh kemudahan. Sultan adalah pemangku adat yang kewibawaannya masih diakui oleh masyarakat. Oleh karenanya kami memandang strategis jika IGI Kukar khususnya, bisa menjalin hubungan yang lebih dekat dengan pihak kesultanan.."katanya.

Bagaimanapun beliau sebagai tokoh pemangku adat sekaligus sebagai Sultan yang bertahta masih sangat disegani oleh seluruh masyarakat di Kutai Kertanegara.

"Hubungan yang baik dan restu dari Sultan kepada IGI Kukar bisa menjadi potensi penting untuk membawa IGI kepada peran yang lebih besar di masyarakat."katanya.

Raja kelahiran tahun 1913 ini tidak banyak berbicara. Mungkin karena usia yang sudah sangat tua. "Namun ketika saya mencoba menanyakan pengalaman hidup ketika di Belanda, barulah Sultan bercerita panjang lebar. Dengan suara yang lirih Sultan bercerita Bahasa beliau menamatkan SMP dan SMA nya selama lima tahun di Belanda. Selepas menikah, Sultan juga kembali menetap di Belanda dalam waktu yang cukup lama."paparnya.

Sultan sempat menunjukkan foto-fotonya ketika masih kanak-kanak, remaja, dan dewasa. Foto keluarga lengkap dengan anak cucu juga diperlihatkannya. Ketika kami bertanya apa yang bisa kita sinergikan antara IGI dan Keraton terkait literasi, Sultan hanya berkata pendek.

"Bahasa Kutai". "Ini artinya kita diminta turut melestarikan dan mengalakkan lagi bahasa Kutai di Kalimantan Timur" ucap . Mampuono.
IGI sepakat dengan Sultan. IGI Kukar akan segera menindaklanjuti pesan Sultan dengan berbagai kegiatan. Harapannya kegiatan literasi yang banyak dihelat oleh IGI Kukar nantinya juga melibatkan aktivitas literasi dalam pelestarian..

':"Artinya, bahasa Kutai sebagai warisan budaya leluhur yang adiluhung harus dijaga dan terus dipertahankan. IGI Kukar harus mengupayakan agar penggunaannya yang semakin jarang mestinya harus diatasi dengan upaya penggalakan. Pelajaran tentang Bahasa Kutai tidak hanya di SD SMP saja tetapi juga di semua jenjang pendidikan" Punkas penemu Aplikasi Menemubaling. (kr2)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved