Anggota Dewan Kukar Positif Narkoba, BK Diminta Bertindak Tegas

Anggota Dewan Kukar Positif Narkoba, BK Diminta Bertindak Tegas

Salehudin, Ketua DPRD KukarSalehudin, Ketua DPRD Kukar
Photo: ist


KutaiRaya.com - 01/02/2017 21:13 WITA
Ketua DPRD Kutai Kartanegara Salehudin SSos, Sfil tak membantah jika surat hasil tes urine yang dilakukan BNK (Badan Narkotika Kabupaten) Kutai Kartanegara untuk anggota DPRD Kukar dan pegawai Sekretariat DPRD Kukar, sudah keluar dan resmi ia terima.

Dalam surat hasil tes urine tersebut, salah seorang anggota DPRD kukar beserta dua staf secretariat DPRD Kukar positif gunakan narkoba.
"Tetapi itu positif sementara, sebab ketika proses tes urine yang bersangkutan, sebelumnya ada minum obat sakit kepala karena pengakuan nya waktu itu sakit kepala dan pilek," kata Salehudin, SSos, Sfil dirumah dinasnya, Selasa (31/1/2017) siang.

Untuk membuktikan kebenaran apakah memang benar benar positif narkoba, lanjut Salehudin perlu sesegera mungkin dilakukan assesmen. Hal ini untuk meluruskan kondisi yang sebenarnya.

"Saya akan segera berkoordinasi dengan Badan Kehormatan Dewan (BKD) untuk membicarakan rencana assesmen ini,. Jika yang bersangkutan belum merespon, maka kita minta BK mengeluarkan peringatan," kata Salehudin.

Untuk dua staf Sekretariat DPRD Kukar yang dinyatakan positif, kata Salehudin akan diserahkan ke Sekretariat untuk tindaklanjutnya.
RAKYAT PRIHATIN

Sangat miris dan memprihatinkan, disaat semua elemen pemerintahan genjar memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, malah ada oknum dewan Kukar dinyatakan positif narkoba.

Kondisi ini menyulut keprihatian elemen masyarakat Kukar."Kita sangat menyesalkan dan menyanyangkan jika memang hal itu benar positif, sebagai wakil rakyat yang seharusnya menjadi panutan malah pemakai narkoba," kata Baharudin, Ketua Tim Monitoring Pembangunan Daerah Kukar, Selasa (31/1/2017) kemarin.

Dia meminta agar BK (Badan Kehormatan Dewan) DPRD Kukar bersikap tegas, dengan aturan tata tertib dank ode etik DPRD."Kalau memang terbukti sebagai pengguna harus ada tindakan tegas, ini jadi preseden buruk lembaga dewan," katanya.

Sementara terpisah M Fauzan Ketua Pergerakan Mahassiwa Islam Indonesia (PMII) Kutai Kartanegara, menyatakan bahwa narkoba adalah musuh bersama, apalagi DPRD merupakan wakil rakyat, harus ada perhatian serius.

"Ini bicara moral, disaat bangsa kita hari ini sedang mengalami krisis identitas atau panutan, disaat itu pula oknum dewan sebagai pengguna narkoba, wakil rakyat merupakan panutan rakyat. Kita berharap BK segera bertindak, begitu pula partai politik yang menaunginya juga harus bersikap, jangan hanya diam saja,." Paparnya. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved