Proyek Parkir Disdik Rp1,2 Miliar Menuai Sorotan

Proyek Parkir Disdik Rp1,2 Miliar Menuai Sorotan

Proyek Disdik Kukar
Proyek Disdik Kukar
Photo: ist

KutaiRaya.com - 28/01/2017 00:31 WITA
Proyek pembuatan lapangan parkir di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara mencapai Rp1,2 miliar, mendapat sorotan. Proyek tersebut telah rampung dikerjakan, dengan tempo satu bulan, pada anggaran perubahan 2016 lalu.

Ketua Badan Pemerhati Pembangunan Daerah Baharudin, menilai proyek parkir yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut, pemborosan anggaran, pasalnya lokasi proyek yang dikerjakan tersebut sebelumnya sudah dibuat lapangan parkir dengan kondisi cord an paving.

"Lapangan parkir Disdik sebelumnya kan sudah ada, dibelakang kantor Disdik itu. Kok malah bikin lapangan parkir lagi ditempat yang sama,. Itu kan namanya pemborosan, nilainya pun tak sedikit yakni Rp1 miliar lebih," tandas Baharudin.

Oleh sebab itu, lanjut Baharudin, pihaknya meminta kepada Inspektorat Kukar untuk segera melakukan audit terhadap pelaksanaan proyek tersebut, apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau tidak.

Sementara itu secara terpisah menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Parkir Disdik Kukar Sandi didampingi konsultan perencanaan Koko Panca Jatmika, proyek tersebut dikerjakan sudah sesuai dengan perencanaan.

"Lapangan parkir yang ada itu sebelumnya kondisinya sudah cor dan ada paving, sehingga tinggal ditingkatkan levelnya, dan perlu lagi diberi agregat," kata Koko yang diamini Sandi.

Dengan dana yang ada, lanjut Sandi, proyek tersebut dikerjakan sesuai waktu hanya satu bulan, proses pengerjaanya pun dilakukan siang dan malam.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Hifsi G Fachrannas, menegaskan pembuatan lapangan parkir Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dirasa sangat perlu, mengingat pihaknya berulang kali mendapat surat teguran dari perhubungan dan lantas, sebab banyak kendaraan roda empat yang diparkir dipinggir jalan depan kantor Disdik, bahkan beberapa waktu lalu pernah ada kejadi tabrakan, mobil masuk parit dan kejadian lainnya.

"Proyek dikerjakan masuk di APBD-P 2016 lalu. Meski sudah rampung dikerjakan, tetapi kontraktor sampai sekarang belum dibayar, karena saat mau nagih ternyata kas daerah lagi kosong," katanya. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved