SDIT Nurul Ilmi Tenggarong Gerakan "Polisi Lingkungan"

SDIT Nurul Ilmi Tenggarong Gerakan "Polisi Lingkungan"

Peserta Didik SDIT Nurul Ilmi   Tenggarong Saat Bercocok TanamPeserta Didik SDIT Nurul Ilmi Tenggarong Saat Bercocok Tanam
Photo: ist


KutaiRaya.com - 25/01/2017 21:49 WITA
Ekstrakurikuler penghijauan menjadi cara unik pelatihan bagi peserta didik SDIT Nurul Ilmi Tenggarong, dalam belajar peduli mencintai dan memelihara lingkungan yang diawali dengan penghijauan lingkungan sekitar sekolah.

"Yang sedang berjalan saat ini ialah klub atau perkumpulan peserta didik pencinta lingkungan yang di namai polisi lingkungan, yang tentu saja kegiatan yang dilaksanakan pun tak jauh-jauh seputar perkebunan, penghijauan, hidroponik dan memlihara ikan,"Kata Kepala SDIT Nurul Ilmi Tenggarong Ahmad Zainuddin.S.Pd.M.Pd didampingi Sariyadi SP, Selasa (24/01) Kemarin.


Klub ini sendiri dibimbing oleh Ustadz Sariyadi,SP. Dalam kegiatan ini peserta didik sudah pernah melaksanakan jual beli hasil kebun dan perikanannya. Ini merupakan bukti nyata disamping cinta lingkungan, tetapi peserta didik juga mejadi lebih terlatih dalam bidang perekonomian yang dijalankan melalui perkebunana dan perikanan.

"Dalam kegiatan ini peserta didik dilatih bagaimana memelihara, menanam, memetik dan memanen hingga menjual hasil budidaya peserta didik sendiri, karakter positif yang terbentuk dalam hal ini menjadi lebih beragam dan terarah dan kelak pasti akan berguna dimasa mendatang," Ucap Sariyadi.

Saat "Bisnis day" pesera didik tidak hanya menjual hasil budidaya tetapi juga hasil pengolahan dari hasil budidaya seperti penjualan jahe yang masih berupa umbi serta hasil olahan dari jahe seperti wedang jahe.

Peserta didik jadi memahami apa yang dibudidaya dan apa hasil yang bisa diolah menjadi suatu bahan atau benda produksi lain. Lalu hasil penjualannya pun dikembalikan untuk membeli bibit kembali dan semuanya itu dikelola sendiri oleh peserta didik, sehingga peserta didik akan menjadi generasi yang terlatih dalam berbagai hal karakter positif.
Ustadz Sariyadi menambahkan Selain itu pula peserta didik telah menanam umbu-umbian, pare, kacang-kacangan, sayuran hijau seperti kangkung, terong, cabe dan juga bahan apotik hidup serta toga atau tanaman obat keluarga seperti .

Ahmad Zainuddin berharapan pendidik SDIT Nurul Ilmi Tenggarong menjadi sekolah yang tidak hanya mengutamakan pendidikan tetapi juga sekolah yang berbasis lingkungan. Menanam kesadaran linmgkungan yang bersih dan sehat sehingga kegiatan sekolah itu tidak hanya terfokus disekolah tetapi juga memperoleh pendidikan dari lingkungan sebagai media pembelajaran. (kr2)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved