Perusahaan "Patungan" Perbaiki Jalan Sebelimbingan-Tuana Tuha

Perusahaan "Patungan" Perbaiki Jalan Sebelimbingan-Tuana Tuha

Ketua Komisi III DPRD Kukar saat memimpin pertemuanKetua Komisi III DPRD Kukar saat memimpin pertemuan
Photo: ist


KutaiRaya.com - 25/01/2017 21:46 WITA
Diperlukan sekitar anggaran Rp2,5 miliar, untuk biaya perbaikan jalan rusak parah, Sebelimbingan Kecamatan Kota Bangun-Tuana Tuha Kecamatan Kenohan.

"Panjang jalan sekitar 32 km, yang rusak ada sekitar 10 km, terdapat dibeberapa titik, yang rusak ringan, sedang dan parah. Nilai yang diperlukan untuk pembiayaan perbaikan sekitar Rp2,5 miliar, jika alat dan bahan siap maka pekerjakan memakan waktu sekitar 9 hari," kata Kabid Cipta Karya Dinas PU Kukar Budi Harsono, Selasa (24/1) pagi di DPRD Kukar disela sela pertemuan dengan komisi gabungan DPRD, instansi terkait dan perwakilan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah hulu Kukar, membahas penanganan/perbaikan jalan rusak Sebelimbingan-Tuana Tuha.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar H Marli yang hadir dalam pertemuan itu menyatakan, bahwa perbaikan jalan yang rusak antara Sebelimbingan-Tuana Tuha perlu segera dilakukan, semua perusahaan yang beroperasi diwilayah tersebut diharap bisa untuk memberi kontribusi dalam rencana ini.

Jangan menilai berapa CSR yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan, lalu tak mau membantu dalam perbaikan tersebut, namun lihatlah sumber daya alam yang sudah dikeruk dan mendapat keuntungan."Perbaikan jalan sekitar 10 km ini tidak hanya dinikmati masyarakat, namun seluruh perusahaan yang berkepentingan diwilayah itu, maka dari itu perusahaan hendaknya memberikan kontribusi untuk hal itu," kata H Marli.

Dalam pertemuan itu dihadiri sekitar 9 perusahaan, baik perusahaan perkebunan kelapa sawit dan perusahaan tambang batubara.

Ketua Komisi III DPRD Kukar H Salehudin yang memimpin pertemuan itu menyatakan bahwa kondisi jalan penghubung Sebelimbingan-Tuana Tuha sangat rusak parah, oleh karena itu perlu ada penanganan jangka pendek, yakni dengan melakukan perbaikan disejumlah titik yang mengalami rusak parah."Dari 10 km yang mengalami rusak, pembiayaannya dibagi dengan jumlah perusahaan yang ada," kata H Salehudin.

Hadir dalam pertemuan itu perwakilan perusahaan seperti PT Rea Kaltim,PT Sawit Katulistiwa, PT Alasia Andalan Utama, PT TPS, PT Agro Bumi Kaltim, PT MAJ, PT Indonesia Pratama, PT Petrosa. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved