Tangani Banjir, Dua Perusahaan Besar di Muara Jawa Diminta Tak "Tutup Mata"

Tangani Banjir, Dua Perusahaan Besar di Muara Jawa Diminta Tak "Tutup Mata"

sidak di Kecamatan Muara Jawasidak di Kecamatan Muara Jawa
Photo: ist


KutaiRaya.com - 24/01/2017 21:01 WITA
Belum lama ini, Komisi II DPRD Kutai Kartanegara melakukan inspeksi mendadak ke Kecamatan Muara Jawa. Tinjauan ke kecamatan diwilayah pesisir tersebut untuk melihat sejumlah titik lokasi di Muara Jawa yang rawan banjir.

Dalam kesempatan Sidak itu, Komisi II DPRD Kab. Kutai Kartanegara didampingi oleh Camat Muara Jawa beserta jajarannya, Lurah Muara Jawa Ulu dan Muara Jawa Pesisir, perwakilan PT. Total E&P Indonesie dan Vico Indonesia, perwakilan SKK Migas wilayah Kalsul dan beberapa Ketua RT dan warga yang lokasi-lokasinya dikunjungi saat Sidak tersebut.

Hasil sidak menunjukkan bahwa kondisi banjir yang terjadi di beberapa titik di wilayah kecamatan Muara Jawa disebabkan oleh kondisi drainase yang kecil dan tidak terawat (banyak ditumbuhi rumput, dangkal dan sempit), kondisi gorong-gorong yang juga tidak memadai dan tidak terdapatnya pintu air yang memadai sebagai pengatur lalu lintas air dari dan ke laut.

"Kita meminta kepada pihak perwakilan PT. Total Indonesia dan Vico Indonesia untuk memberikan perhatian yang lebih atas kondisi banjir yang terjadi di wilayah kecamatan Muara Jawa tersebut, mengingat titik-titik rawan banjir yang ada, berada di wilayah kerja kedua perusahaan tersebut. "kata Kamarudin Abtami, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara yang juga merupakan anggota DPRD dapil 4 (Sanga-Sanga, Muara Jawa dan Samboja).

Kamarudin meminta agar kedua perusahaan menunjukkan kepedulian yang nyata atas apa yang dialami oleh masyarakat sekitar, karena sebagai sebuah perusahaan (PT) mereka memiliki kewajiban tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap masyarakat sekitar dimana mereka beroperasi.

"Pihak perwakilan SKK Migas yang ikut hadir dalam kegiatan Sidak tersebut, juga kita minta agar bisa melakukan pengawasan terhadap kerja-kerja perusahaan-perusahaan migas yang berada di dalam naungan atau koordinasinya."tandasnya.

Beberapa titik yang ditinjau langsung dalam kegiatan Sidak tersebut diantaranya adalah : drainase sepanjang jalan Delima, drainase/parit di jalan Toha, dan Drainase di RT 17 dan RT 23 Handil 4.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PT. Total dan Vico Indonesia menyatakan komitmennya untuk membantu perbaikan drainase-drainase yang diindikasikan sebagai penyebab terjadinya banjir. Upaya perbaikan dan normalisasi akan diselesaikan selambat-lambatnya pada akhir bulan Februari 2017, dengan terus berkoordinasi dan melaporkan upaya perbaikan tersebut kepada pihak kecamatan dan Komisi II DPRD Kukar. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved