Ponpes Al Hidayah Buka Cabang di 3 Kecamatan

Ponpes Al Hidayah Buka Cabang di 3 Kecamatan

Pemacangan Tongkat Ponpes Al Hidayah Kec. Muara Muntai Desa Jantur..
Pemacangan Tongkat Ponpes Al Hidayah Kec. Muara Muntai Desa Jantur..
Photo: ist

KutaiRaya.com - 23/01/2017 20:19 WITA
Mendukung program pemerintah mengenai "Gemar mengaji" ,Pondok pesantren Al-Hidayah membuka cabang guna mengajak masyarakat untuk lebih mudah mengakses program pendidikan yang berdasar keagamaan yang terarah.

Melalui Pondok Pesantren ini akan lebih bayak lagi tercetak da'i dan da'iyah serta generasi penerus yang mengerti,mengamalkan serta menyi'arkan ajaran yang diperoleh dengan belajar mengaji dan mengkaji Al-Qur'an.

Hal ini disampaikan Ustadz Salehuddin Arief Sabtu (21/01) lalu.

Saat ini cabang dari pondok pesantren Al-Hidayah sendiri berada di Kecamatan Muara Kaman Desa Muara Kaman Ilir dan Kecamatan Tenggarong di Desa Bendang Raya, Lalu dilanjutkan dengan pembukaan cabang kembali Kecamatan Muara Muntai di Desa Jantur.

"Di desa Jantur ini sendiri sangat terlihat antusisme masyarakat terhadap dibukanya cang pondok pesantren yang ditandai dengan sambutan baik masyarakat mengenai pendanaan dan pembebasan lahan," Katanya.


Diharapkan dengan tingginya antusias masyarakat Jantur terhadap cabang pondok pesantren ini menjadikan pondok pesantren ini menebar manfaat bagi kemaslahatan umat.

"Mencetak generasi intelektual ulama dan mengulamakan intelektual sebagai salah satu misi yang menjadi tujuan," Harap Ustadz Arief.

Saat ini minimnya jumlah pondok pesantren juga tidak berimbang dengan tingginya minat masyarakat untuk mendidik putra-putrinya belajar agama Islam lebih mendalam dan terarah.

"Tidak dipungkiri banyak hal negatif yang berkembang seiring zaman, sehingga diharapkan melalui pembekalan ilmu pendidikan yang juga diiringi dengan akhlak yang baik adalah cara jitu untuk membentuk generasi muda penerus bangsa yang intelektual namun berpedoman pada ajaran dan akhlak yang tepat dalam bersosial." Paparnya.

Di Pondok pesantren Al-Hidayah peserta didik selain memperoleh ilmu pengetahuan formal, tetapi juga dibekali dengan ilmu agama dan bagaimana caranya menyi'arkan ajaran agama kepada masyarakat, sebagai da'i dan da'iah yang benar-benar memahami apa yang disampaikan kepada masyarakat melalui dakwah. (kr2)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved