Desa Mandiri jadi Tolak Ukur Keberhasilan Pembangunan Daerah

Desa Mandiri jadi Tolak Ukur Keberhasilan Pembangunan Daerah

Para Narsumber dan Moderator Forum Diskusi Politik dan PemerintahanPara Narsumber dan Moderator Forum Diskusi Politik dan Pemerintahan
Photo: ist


KutaiRaya.com - 28/12/2016 20:50 WITA
Untuk kedua kalinya, Pusat Studi Politik dan Pemerintahan (PSPP) Universitas Kutai Kartanegara menggelar Forum Diskusi Politik dan Pemerintah. Kali ini bahasan yang diangkat dalam diskusi forum itu terkait Desa Mandiri Membangun Kutai Kartanegara dari pinggiran.

Acara berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Selasa (27/12) dengan menghadirkan Edi Damansyah Wakil Bupati Kukar, Sugiman Wakil Rektor 3 Unikarta dan Ketua PSPP Unikarta Efri Novianto. Sementara para peserta merupakan para mahasiswa, pemuda dan para tokoh masyarakat di Kutai Kartanegara, dan perwakilan SKPD dilingkungan Pemerintah Kutai Kartanegara.

Edi Damasyah sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PSPP tersebut, secara terminologi merupakan sebuah gerakan yang membangkitkan kembali nilai-nilai gotong royongan dan kepedulian masyarakat pada daerah tempat tinggalnya .

"Dengan prinsip kebersamaan, kemandirian/swadaya, kemitraan, kesetaraan dan berkelanjutan dengan mengoptimakan segenap potensi SDM/SDA yang dimiliki dalam rangka pencapaian progran nsional yakni desa berketahanan Sosial" katanya.

Sementara itu Ketua PSPP Unikarta Efri Novianto mengatakan Forom Diskusi Politik dan Pemerintahan ini merupan kegiatan yang kedua kalinya digelar, Progam Desa Mandiri untuk megarahkan seluruh program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ke Desa/ Kelurahan sebagai tujuan dan sasaran indikator pembangunan.

"Meningkatkan keswadayaan masyarakat serta memberi peluang kepada masyarakat desa untuk berkembang sesuai karakteristik lokal desa yang bersangkutan, desa mandiri dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan pemerintah kukar dalam dalam melaksanakan progran dan kegiatan" jelasnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa dalam konteks percepatan pembangunan daerah tertinggal maka desa lah yang menjadi kata kunci, desa adalah sub system daerah dan daerah adalah sub sistem negara maka apabila desa maju, daerah akan maju dan negara juga akan maju sehingga ketahanan nasinal makin kokoh dan kuat.

Upaya untuk melakukan percepatan pembengaunan daerah tertinggal tersebut adalah dengan memfokuskan penanganan daerah tersebut pada unit terkecil pada sub sitsem pemerintah daerah yakni desa dan kelurahan. Daerah tertinggal atau kabuaten tertinggal hanya akan dapat diangkat dari ketertinggalanya bilamana unit unit pemerintahan desa atau kelurahan menjadi lebih mandiri.

Konsep program pengembangan desa mandiri adalah sebuah konsep dan strategi pembangunan yang menempatkan desa sebagai sasaran tujuan sekaligus sebagai indikatr pembangunan disuatu daerah, menjadi tawaran alternative untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal menjadi daerah yang maju mandiri dan sejahtera sehingga akan memperkokoh katahanan nasional NKRI. (kr2)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved