Lama "Tenggelam", Tradisi Ngarak Tamba'an Dihidupkan Kembali

Lama "Tenggelam", Tradisi Ngarak Tamba'an Dihidupkan Kembali

Tohari
Tohari
Photo: ist

KutaiRaya.com - 15/12/2016 19:43 WITA
Tradisi budaya arakan tamba'an di Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura akan kembali dihidupkan, setelah beberapa puluh tahun kegiatan seperti itu tak pernah ada.

"KNPI mengawali agar tradisi budaya arakan tamba'an itu dihidupkan kembali, ini sebagai bentuk nyata komitmen pemuda Kukar untuk mempertahankan dan melestarikan budaya yang selama ini tenggelam," kata Wakil Ketua KNPI Kukar Tohari.

Kegiatan arakan tamba'an rencananya akan dilakukan pada Jumat 16 Desember 2016 dengan mengambil tempat dihalaman kedaton Kutai Kartanegara. Dalam kegiatan tersebut akan diikuti ribuan masyarakat, mulai dari pelajar, pemuda, para pegawai SKPD di Kukar dan masyarakat Kukar.

"Kita harapkan tradisi arakan tamba'an menjadi agenda rutin tiap tahun pihak kesultanan, dengan acara melibatkan banyak orang saya yakin akan menjadi perhatian wisatawan untuk berkunjung ke Kukar sehingga meriahnya Kukar selain Erau juga pada acara Arakan Tamba'an," ungkap Tohari.

Sementara kerabat Kesultanan Pangaren Poeger, mengaku bahwa budaya Arakan Tamba'an sudah lama tidak ada, dulu di Kutai ketika masa Sultan Parikesit memimpin tradisi arakan tamba'an dilakukan, namun setelah itu tak pernah dilakukan sampai sekarang.

"Tapi alhamdulilah, sekarang pemuda Kukar melalui KNPI ikut peduli agar budaya untuk dihidupkan kembali, kami sangat mengapresiasi, dan bahkan kita upayakan budaya ini akan kami laksanakan setiap tahunnya,"katanya.

Ia menjelaskan bahwa, arak tamba'an yang berisi makanan pulud, telud dan nyiur melambangkan sebuah tekad bulad untuk merekatkan dan menjaga persatuan,kesatuan umat beragama di tanah Kutai.

"Kalau dijawa dikenal dengan sekatenen, di Kutai ada namanya arakan tamba'an, bahkan tradisi ini sudah lama ada, makanan berupa pulud, telur, nyiur dan makanan lainnya itu diarak setelah itu dibacakan doa, kemudian dimakan bersama sama. Makna dari acara itu adalah tekad bulad untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat beragama," paparnya. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved