Polisi Usut Pelaku "Pesta" Lem di Sanga Sanga

Polisi Usut Pelaku "Pesta" Lem di Sanga Sanga

Andre Anas (Waka Polres Kukar)Andre Anas (Waka Polres Kukar)
Photo: ist


KutaiRaya.com - 05/12/2016 18:01 WITA
Menindak lanjuti beredarnya video adegan Ngelem atau menghirup lem yang dilakukan sejumlah anak-anak sambil berbuat tidak senonoh / mesum,yang diduga dilakukan di Sanga Sanga, Jajaran Polres Kukar pun langsung membentuk Tim Penyidik.

Hal ini disampaikan Kapolres Kukar AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui Waka Polres Kukar Kompol Andre Anas akhir pecan lalu.

"Kami sudah turunkan Tim Gabungan dari Sat Reskrim Polres Kukar dan Polsek Sanga Sanga untuk segera tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan terkait beredaran video berisi adegan yang dilakukan sejumlah anak-anak sedang ngelem dan berbuat tidak senonoh." ujarnya

Aksi ngelem dan adegan tidak senonoh tersebut terlihat dilakukan dua orang anak yang masih belia, diperkirakan berusia di bawah 15 tahun, diunggah melalui media sosial pada Rabu (30/11) lalu. Video yang diduga diambil melalui telepon genggam berdurasi 15.00 menit dan diunggah melalui akun facebook Bubuhan Samarinda (Busam) tersebut memperlihatkan sepasang anak, terlihat mengirup lem dari kantong plastik berwarna putih, sementara dua perempuan yang juga masih belia ikut menyaksikan dan satu orang merekam adegan tersebut.

Adegan yang dilakukan di sebuah lokasi yang sepi pada sebuah pos ronda atau pos pengamanan di tengah ilalang itu diduga berlangsung di wilayah Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, selain ngelem, kedua anak yang terlihat mabuk akibat menghirup aroma lem tersebut sesekali melakukan adegan tidak senonoh.

"Kami akan lakukan koordinasikan dengan instansi terkait hingga kejadian ini tidak terulang lagi dan kami akan lakukan himbauan kepada para pedagang yang berjualan Lem Fox agar dibatasi penjualan terutama kepada para pembeli yang masih anak anak, karena didalam lem tersebut mengandung zat adiktif yang sering disalahgunakan dan terutama sangat membahayakan kesehatan," jelasnya

" Saya sangat prihatin menyaksikan video tersebut yang berisi adegan ngelem atau menghirup lem yang dilakukan sejumlah anak-anak yang masih belia sambil berbuat tidak senonoh dan mesum, kami akan mengumpulkan bukti-bukti untuk kemudian dilakukan proses hukum sesuai aturan, termasuk menyelidiki siapa yang mengunggah video dan mengambil adegan tersebut, jika terbukti akan diproses sesuai Undang-undang ITE. "katanya. (kr1)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved