Pemilih Pemula Harus Cerdas Pilih Pemimpin Daerah

Pemilih Pemula Harus Cerdas Pilih Pemimpin Daerah

suasana sosialsiasi pemilih pemulasuasana sosialsiasi pemilih pemula
Photo: ist


para peserta sosialisasi pemilih pemula
para peserta sosialisasi pemilih pemula
Photo: ist

KutaiRaya.com - 28/11/2016 20:46 WITA
Sosialisasi Pemilih Pemula untuk Pemilihan Gubernur, Bupati/Walikota yang digelar DPD KNPI Kutai Kartanegara, Sabtu (26/11/2016) di gedung BPU (Balai Pertemuan Umum) Camat Marangkayu, berlangsung sukses.

Ada 300 peserta dari pelajar SMAN 1 Marangkayu dan SMKN 1 Marangkayu yang ikut dalam sosialisasi dengan menghadirkan narasumber Anggota KPU Kukar, Perwakilan KNPI Kukar dan Camat Marangkayu tersebut.

Para peserta sangat antusias, mengikuti proses sosialisasi tersebut, sebab mereka menyadari ketika pelaksanaan Pilgub Kaltim yang menurut agenda dihelat 2018 mendatang, umur rata rata para pelajar yang mengikuti sosialisasi itu sudah menginjak 17 tahun, itu artinya mereka memiliki hak suara untuk menentukan masa depan bumi Kalimantan Timur.

"Yang disebut pemilih pemula adalah mereka yang sudah menginjak umur 17 tahun dan belum mencoblos atau menyampaikan hak suaranya. Generasi muda yang menjadi pemilih pemula adalah bagian penentu masa depan daerah ini," kata Rekson Simanjuntak, Camat Marangkayu saat memberi materi dalam acara itu.

Kata Rekson, pemuda harus kritis, jeli dan cermat untuk menentukan pemimpin masa depan Kaltim dan Kukar nantinya.

"Menjadi pemilih yang benar, artinya menyampaikan hak suara atau mencoblos dengan melihat figure calon yang memang layak untuk memimpin daerah ini,"kata Rekson, serasa mengingatkan agar pemuda pemuda jangan mau dikasih "suap" untuk memilih salah satu calon ketika pemilu.

Sementara Efri Novianto mewakili kalangan pemuda saat memberi materi dengan tema meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam prespektif pemuda, menyatakan banyaknya angka golput dalam pemilu tak lepas dari tak maksimalnya sosialisasi ke masyarakat.

Hasil survey yang dilakukannya belum lama ini, menunjukkan bahwa ada sekitar 30 persen pemilih untuk mengaku tidak tahu adanya Pemilu (Pilgub), sekitar 20 persen Golput.

"Angka Golput sekitar 20 persen itu tentu harus diwaspadai, karena angka itu bisa saja lebih dari itu jika kesadaran masyarakat terhadap pemilu masih rendah, oleh karenanya untuk menekan angka tersebut perlu dilakukan sosialisasi secara maksimal," papar Efri.

Dalam acara sosialisasi tersebut, pantia juga menyiapkan sejumlah dorprize untuk para peserta, dorprize diberikan ketika peserta bisa menjawab pertanyaaan pertanyaan yang diberikan oleh pemateri.

Kegiatan sosialisasi pemilih pemula yang digelar KNPI Kutai Kartanegara, sebagai upaya untuk penyadaran pendidikan politik kepada kalangan pelajar yang merupakan para pemilih pemula.

Sosialisasi ini digelar ditiga wilayah, mewakili pesisir adalah di Kecamatan Marangkayu, sementara untuk diwilayah Hulu Kukar akan digelar di Kecamatan Muara Muntai pada 28 November 2016, sedangkan mewakili wilayah tengah Kukar yakni di Kecamatan Muara Kaman yang akan digelar 29 November 2016.

"Sasaran dalam kegiatan ini adalah pemilih pemula dalam hal ini pelajar, sehingga dengan diberikan sosialisasi maka diharapkan mereka (pelajar) akan tahu betapa penting partisipasi dalam mensukseskan pelaksanaan pemilu dengan memberikan hak suaranya,"kata M Suria Irfani, Ketua Panitia Pelaksana. (boy)


KNPI memberikan cindera mata kepada perwakilan sekolah
Photo: ist

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved