Kukar Miliki Kesamaan Cagar Budaya dengan DIY

Kukar Miliki Kesamaan Cagar Budaya dengan DIY

Moderator Sriwahyuni Bersama Para Narasumber Sarasehan HeritageModerator Sriwahyuni Bersama Para Narasumber Sarasehan Heritage
Photo: ist


KutaiRaya.com - 25/11/2016 13:51 WITA
Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kutai Kartanegara mengadakan Sarasehan Heritage dengan mangangkat tema "Pelestarian Cagar Budaya Peninggalan Keraton Untuk Masyarakat".

Kegiatan itu berlangsung di gedung Mulawarman Hotel Gradn Elty Singgasana Tenggarong Kamis (24/11) kemarin, betindak sebagai moderator adalah Sri Wahyuni Kepala Disbudpar Kukar dan selaku narasumber ialah Sekretaris Kedaton Kutai Pengeran Gondo Prawiro dan Sekretaris Kewedanan Hageng Panitraputra Keraton Yogyakarta, KRT Gondo Hadiningrat serta Kepala Bidang (Kabid) Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Disbud DIY Dian Laksmi Pratiwi.

Menurut Dian Laksmi Pratiwi , keistimewaan Kukar memiliki kesamaan karakter cagar budaya berupa benda maupun kandungan yang ada dan mengandung nilai sejarah. Membuat Kukar terpilih menjadi fartner kerja sama dalam pelestarian nilai budaya sehingga warisan nilai budaya dapat terangkat dimuka publik lebih luas. "Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan kedepan pelestarian warisan cagar budaya akan teratasi dengan cermat dan lebih tepat dan tanpa masalah".kata Dian .

Lanjut Dian, kegiatan ini diharapkan jugaa memperkuat eksistensi budaya Indonesia secara menyeluruh, bukan lagi warisan budaya yang terkotak-kotakan oleh daerah-daerah tertentu. Pada dasarnya Kukar maupun DIY ataupun daerah lainnya yang mempunyai warisan budaya semestinya lebih memahami bahwa nilai budaya itu sendiri adalah milik bangsa Indonesia sehingga harus dilestarikan bersama.

"Dengan kegiatan ini pula diharapkan Kutai Kartanegara kelak akan terbentuk seperti DIY sebagai kota wisata yang terjaga budayanya. Namun segalanya perlu proses karena memang ada beberapa perbedaan namun masih sangat memungkinkan untuk memajukan wisata di Kukar."tuturnya.

Sementara Sri Wahyuni Kepada Disbudpar Kukar sangat mengapresiasi kegiatan Sarasehan Heritage , guna melestarikan nilai filosofi budaya benda maupun tak benda yang ada di Kutai Kartanegara.

Sangat penting pelestarian dan permanfaatan warisan cagar budaya guna menjaga warisan sejarah Indonesia yang ada di Kukar. DIY menjadi cerminan bagaimana mestinya Kukar dikelola agar warisan budaya tidak terbengkalai dan kukar bisa bangkit menajdi kota wisata yang dijadikan tujuan oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kebudayaan Kukar ini sendiri membutuhkan perjuangan dan kesabaran agar tetap terus terjaga dan dapat dilestarikan. Bisa dibayangkan jika kebudayaan, salah satunya erau tidak lagi dapat di laksanakan di kukar dikarenakan kebudayaan yang terkikis.

"Namun karena usaha yang maksimal sehingga masih kokoh berdiri kesultanan Kutai kartanegara Ing Martadipura yang dipimpin oleh Sultan H. Adji Mohamad Salehoeddin II namun tetap berdampingan dengan kepemimpianan Pemerintahan Daerah Kabupaten kukar dan dalam lingkup kebangsaan Republik Indonesia. "katanya.

Diharapkna semangat yang dimiliki kesultanan DIY bisa menjadi acuan segaligus cerminan untuk Kukar demi menjaga warisan kebudayaan yang ada di Kutai karatnegara.

Adapun warisan budaya tak benda maupun cagar budaya yang dimiliki oleh Kesultanan Kutai Kartanegara sudah semestinya dilestarikan agar senantiasa dapat disaksikan dan dinikmati generaai-generasi selenjutnya.

Di Kukar sendiri Sultan bukan hanya kedudukan tertinggi di kesultanan namun di tingkat kabupaten,provinsi maupun di nusantara dan ini ditandai dengan datangnya (sowan) setiap pejabat baru yang bertugas di Kalimantan Timur khususnya kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura selaku pemangku budaya sekaligus yang dituakan. Ini merupakan salah satu nilai yang diakui oleh negara. (kr2)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved