Pemkab Kukar Hibahkan Eks RSUD AM Parikesit untuk Rehablitasi Narkoba dan Lapas Anak

Pemkab Kukar Hibahkan Eks RSUD AM Parikesit untuk Rehablitasi Narkoba dan Lapas Anak

Bupati Kukar Rita Widyasari dan Menteri KUMHAM Yasonna Laoly saat ninjau eks Rumah Sakit.Bupati Kukar Rita Widyasari dan Menteri KUMHAM Yasonna Laoly saat ninjau eks Rumah Sakit.
Photo: ist


KutaiRaya.com - 08/11/2016 08:54 WITA
Jumat (4/11/2016) lalu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly melakukan kunjungan ke Kutai Kartanegara.

Yasonna yang didampingi Duta Besar Seycelles, Nico Barito menggunakan helicopter dari Balikpapan, dan disambut Bupati Rita Widyasari dan langsung menuju ke Pendopo Odah Etam Tenggarong.

Di Pendopo Odah Etam Tenggarong Menteri Hukum dan HAM Lasonna H Laoly melaksanakan penandatanganan MoU hibah gedung eks RSUD AM Parikesit Tenggarong, untuk gedung rehabilitasi narkoba dan gedung eks kanto RSU AM Parikesit yang kini digunakan untuk Dewan Pendidikan Kukar nantinya sebagai lapas anak dari Pemkab Kukar kepada Kanwil Kemenkumham Kaltim.

Dalam pertemuan di Pendopo Odah Etam itu sejumlah pejabat Kukar tampak hadir, termasuk Ketua DPRD Kukar Salehudin SSos, Wakil Ketua DPRD, Dandim 0906 Tenggarong, Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim, dan Kapolres Kukar.
Yasonna menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkab Kukar yang menghibahkan lahan dan gedung eks RSU AM Parikesit Tenggarong.

"Terimakasih banyak,baru kali ini ada hibah tanah beserta bangunan untuk dimanfaatkan menjadi lapas yakni di Tenggarong Kutai Kartanegara, Ini sangat meringankan dalam masa depisit anggaran pemerintah,bagaimana tidak biasanya hanya berupa sebidang tanah yang masih harus dilanjutkan pemerintah untuk pembangunan gedungnya. Sedangkan saat ini pemerintahan kita sedang dihadapkan dengan permasalahan defisit anggaran secara menyeluruh." Kata Yasonna.

Yasonna didampingi Duta Besar Seycelles, Nico Barito, Bupati Rita Widyasari, Ketua DPRD Kukar dan sejumlah pejabat Kukar mengunjungi gedung eks RSUD AM Parikesit Tenggarong. Satu persatu ruangan di gedung tersebut dikunjungi.

"Saat ini yang kerap menjadi persoalan ialah over kapasitas warga binaan dilapas serta under staf atau kekurangan staf yang bertugas. Bagaimana bisa kondusif dan terjamin penjagaan jika jumlah warga binaan dengan petugas lapas berbanding terbalik,misalnya saja 1 petugas harus mengawasi 200 warga binaan. Secara rasional saja ini semestinya tidak maksimal sehingga sangat diperlukan rekrutmen pegawai khusus lapas. " ungkapnya.

Sementara Bupati Kutai Krtanegara Rita Widyasari menyampaikan bahwa hibah ini dilakukan karena merasa prihatin melihat lapas di Tenggarong yang masih menggabung warga binaan umum dengan anak.

Semesatinya anak-anak ini mendapatkan bimbingan serta pembinaan khuhus yang tidak mungkin terrealisai jika masih bergabung dengan warga binaan umum dewasa.

"Dalam program perencanaan 2017 akan anggarkan pagar pengaman khusus yang tidak nampak seperti sel karena memang pembinaan warga binaan yang dibaawah umur dalam hal ini anak-anak memang ada pembinaan khusus yang benar-benar tidak merusak mental." katanya.

Dengan hibah lapas anak dan rehabilitasi ini diharapkan warga binaan dibawah umur bisa dibina di sini agar dapat kembali hidup normal. Karena saat ini dilapas Tenggarong ini hampir 80% warga binaan yang menyangkut narkoba. Warga binaan saat ini 1300 yang menghuni lapas yang berkapasitas 350.

"Ini tentunya sangat membeludak dan tidak memenuhi syarat efektivitas"katanya.

Rencananya gedung eks rumah sakit tersebut mulai akan dibangun dan direhab pada tahun 2017. (kr2)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved