PKLH Kukar Desak Pemerintah Jatuhkan Sanksi Perusahaan Pencemar Lingkungan

PKLH Kukar Desak Pemerintah Jatuhkan Sanksi Perusahaan Pencemar Lingkungan

Aktivitas tambang  di Loa Kulu.Aktivitas tambang di Loa Kulu.
Photo: ist


KutaiRaya.com - 02/11/2016 21:19 WITA
Perusahaan pertambangan batubara yang beroperasi di Kutai Kartanegara, seyogianya mampu memberikan andil besar terhadap kemajuan perekonomian masyarakat, namun tak jarang tambang batu bara juga miliki andil besar terhadap pencemaran lingkungan.

Lembaga Peduli Kesehatan dan Lingkungan Hidup (PKLH) Kukar, menilai tak sedikit perusahaan batubara di Kukar melakukan pencemaran lingkungan.

"Salah satunya yang belum lama ini terjadi adalah PT MHU (Multi Harapan Utama) yang beroperasi diwilayah Loa Kulu," kata Supardi, Koordinator PKLH Kukar beberapa waktu lalu.

Menurut Supardi, seyogyanya perusahan tambang wajib mengelola lingkungan yang baik dan benar sebagaimana amanat undang - undang 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

"Kegiatan aktivitas tambang PT MHU sangat dekat dengan pemukiman warga, yaknidi dusun Tanjung Laong Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, bahkan aktivitas MHU telah mencemari lingkungan masyarakat, ini tentu tak sesuai dengan AMDAL," kata Supardi.

Kegiatan tambang PT. MHU seharusnya memiliki jarak aman (buffer zone) dari wilayah kawasan rumah warga, sehingga tidak menggangu aktivitas masyarakat seperti bising dan banjir yang seperti dialami warga masyarakat seperti sekarang ini, perusahaan tambang diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi lingkungannya jika terjadi sebaliknya maka perlu dipertanyakan komitmen mereka dalam pengelolaan lingkungan.

Disisi lain, lahan lahan milik masyarakat digarap perusahaan belum ada kejelasan ganti rugi. Dan warga berharap lahan lahan mereka yang sekarang ini digarap perusahaan segera diganti rugi. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved