Ketua DPRD Belum Terima Data Hasil Tes Urine Anggota Dewan

Ketua DPRD Belum Terima Data Hasil Tes Urine Anggota Dewan

Empat Anggota DPRD Kukar yang beberapa waktu lalu mendatangi Mapolres Kukar untuk melakukan tes urineEmpat Anggota DPRD Kukar yang beberapa waktu lalu mendatangi Mapolres Kukar untuk melakukan tes urine
Photo: ist


KutaiRaya.com - 01/11/2016 21:31 WITA
Tes urine Anggota DPRD Kutai Kartanegara dan para pegawai Sekretariat DPRD Kukar yang dilakukan beberapa pecan lalu, sampai saat ini belum diumumkan.
Sebelumnya saat tes urine mendadak yang dilakukan DPRD Kukar kerjasama BNK dan Polres Kukar, terdapat ada 8 orang anggota DPRD yang belum melakukan tes urine, setelah selang seminggu, beberapa anggota dewan yang belum melakukan tes urine berinisiatif untuk mendatangi Polres Kukar dan melakukan tes urine.
Anggota BNK Kukar Darsono menyebut, sampai saat ini tinggal 1 orang Anggota DPRD yang belum melakukan tes urine.

"Dari 44 Anggota DPRD Kukar yang aktif, ada 43 yang sudah melakukan tes urine sedang satu anggota lagi belum, dengan alasan lagi tugas keluar daerah," kata Darsono, , Senin (31/10/2016) kemarin.

Darsono menyatakan, bahwa hasil tes urine yang dilakukan DPRD Kukar belum ada hasilnya secara keseluruhan, jika nanti sudah ada hasilnya maka pihaknya segera akan menyampaikan hasil tersebut ke pimpinan DPRD Kukar.

"Biar pimpinan DPRD yang nantinya mengumumkan hasil tes urine tersebut," tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Kukar Salehudin SSos saat dikonfirmasi secara terpisah mengaku belum menerima hasil tes urine baik anggota DPRD maupun para staf Sekretariat DPRD Kukar."Sampai sekarang kita belum menerima data laporan hasil tes urine dari BNK Kukar," katanya.

Saleh menegaskan, jika dari hasil tes urine tersebut ada anggota dewan yang dinyatakan positif konsumsi narkoba, maka pihaknya akan mengambil langkah langkah tertentu, namun lebih dahulu meminta asesman dari BNK Kukar."Kalau ada anggota dewan aktif dinyatakan positif menggunakan narkoba, nantinya akan dilakukan rehab," tegasnya.

Seperti diketahui dari 44 anggota dewan Kukar yang aktif, ada yang menjadi TO (Target Operasi) polisi, karena diduga kuat sebagai pengguna narkoba. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved