Lestarikan Seni-Budaya, KNPI Kukar Adakan Festival Seni Nusantara

Lestarikan Seni-Budaya, KNPI Kukar Adakan Festival Seni Nusantara

para peserta saat tampil pada Festival Seni Nusantara di Kecamatan Sebulu, beberapa waktu lalupara peserta saat tampil pada Festival Seni Nusantara di Kecamatan Sebulu, beberapa waktu lalu
Photo: ist


KutaiRaya.com - 19/10/2016 20:50 WITA
Sebagai wujud untuk mendukung kelestarian seni dan budaya Kutai Kartanegara, KNPI Kukar bekerjasama dengan DPK KNPI se Kukar menyelenggarakan Festival Seni Nusantara 2016.

Kegiatan tersebut dibagi dalam tiga zona, untuk zona 1 dipusatkan di Kecamatan Sebulu, yang digelar pada 15 Oktober 2016, dengan peserta dari Kecamatan Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, Tenggarong Seberang, Muara Kaman dan Sebulu, sementara Zona II akan digelar pada 29 Oktober 2016 dan dipusatkan di Kecamatan Sanga-Sanga, zona ini meliputi Kecamatan Sanga Sanga, Muara Jawa, Samboja, Anggana, Marangkayu, Muara Badak.

Sedangkan untuk zona III akan dilaksanakan pada 5 November 2016, yang akan digelar di Kota Bangun, meliputi Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Kenohan, Muara Muntai, Kembang Janggut dan Tabang.

Ketua KNPI Kukar Junaidi melalui Sekretaris Rusdiono, mengatakan kegiatan Festival Seni Nusantara yang dilaksanakan KNPI Kutai Kartanegara, sebagai bentuk perhatian dan komitmen nyata untuk mempertahankan dan melestarikan seni budaya asli Kutai Kartanegara.

"Melalui kegiatan itu diharapkan akan mampu memberikan spirit bagi generasi generasi muda, untuk melestarikan seni budaya Kukar,"katanya.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Aspianur mengatakan, bahwa dalam Festival Seni Nusantara tersebut ada dua katagori yang dilombakan, yakni tari Jepen Kreasi tingkat SD, SMP, SMA/sederajat dan Modern Dance Open Competetion se Kukar."Untuk di Zona I diikuti sekitar 13 peserta, yang berasal dari 6 kecamatan," tandasnya.

Ketua DPK KNPI Sebulu M Hasani, memberikan apresiasi atas terselenggarakan kegiatan Festival Seni Nusantara KNPI Kukar. Dirinya berharap, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai disini saja, namun menjadi agenda rutin tahunan, yang kegiatannya tidak terfokus di ibukota kabupaten, namun dilaksanakan di kecamatan.

"Sebab antusias masyarakat untuk ikut dan menyaksikan kegiatan seperti itu sangat besar, ini sebagai wujud untuk melestarikan dan mempertahankan seni budaya kita" katanya. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved