Kepala SDN 012 Tenggarong Bantah Keras Lakukan Pungli

Kepala SDN 012 Tenggarong Bantah Keras Lakukan Pungli

Lapangan SDN 012 Tenggarong Yang Becek dan Selalu TergenangLapangan SDN 012 Tenggarong Yang Becek dan Selalu Tergenang
Photo: ist


KutaiRaya.com - 01/10/2016 00:48 WITA
Isu pungutan liar di sekolah menerpa SDN 012 Tenggarong. Para siswa melalui orang tua siswa diminta sumbangan untuk pembangunan halaman sekolah, dengan membeli paving blok, dimana setiap siswa diminta duit senilai Rp50 ribu.

Menanggapi hal tersebut Siti Albani.S.Pd Selaku Kepala SDN 012 Tenggarong membantah keras.

"Sebenarnya kami pihak sekolah telah membuat edaran kepada orang tua/wali peserta didik mengenai iuran paving block untuk lapangan berdasar pada rapat pihak komite, yang juga dihadiri oleh orang tua /wali peserta didik sendiri, dapat ditekankan dan diperhatikan bahwa pihak sekolah hanya menjembatani/memfasilitasi keputusan rapat komite sekolah dan orang tua/wali peserta didik melalui pembuatan edaran iuran yang Rp.50.000 dan dapat dicicil selama 3 bulan sesuai hasil rapat tersebut,"kata Siti belum lama ini.

Dengan bantuan yang telah mengalir dari orang tua dan /wali peserta didik inilah sehingga peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6 SDN 012 Tenggarong dapat melaksanakan kegiatan shalat duha berjamaah dilapangan terbuka.

"Paping blok yang ada saat ini di sekolah benar-benar murni bantuan dari orang tua siswa tanpa paksaan dari pihak sekolah apa lagi sampai ada berita miring mengenai pungutan liar,"jelasnya.

Adapun rapat komite itu telah dilaksanakan tanggal 30 Juli 2016 lalu sehingga terlahirlah keputusan mengenai edaran iuran tersebut.

Pada dasarnya perbaikan telah dilakukan pihak sekolah dari dana bantuan pemerintah namun tidak dapat langsung sekaligus rampung, sehingga pihak komite sendiri melaksanakan rapat guna sharing untuk kemajuan putra putri mereka disekolah, tanpa paksaan pihak sekolah tentunya.

"Mengenai dana/bantuan yang terkumpul murni dikelola oleh pihak komite sekolah sehingga pihak sekolah sendiri tidak ikut campur dalam penyaluran atau pengelolaanya. Dalam hal ini sekolah bersyukur dan berterimakasih atas kepercayaan orang tua peserta didik mempercayakan kenyamanan putra putrinya berkegiatan disekolah yang ditunjang dengan bantuan dari orang tua ini sendiri." Paparnya.

Karena sebelum ada keputusan rapat komite ini peserta didik SDN 012 Tenggarong kesulitan dalam kegiatan wajib Upacara Bendera hari senin, berolahraga, senam bersama serta yang terpenting tidak melaksanakan kegiatan keagamaan shalat duha berjamaah dari kleas 1 hingga kelas 6.

Adapun prioritas terhadap pembangunan kelas mungkin menjadi alasan untuk pemerintah mempertimbangkan mengenai ajuan bantuan untuk perbaikan lapangan seperti di SDN 012 Tenggarong ini.

Benar saja jika menimbulkan Keresahan pihak komite sekolah yang beranggotakan orang tua /wali peserta didik melihat putra-putrinya kurang leluasa berolahraga atau berkegiatan sekolah dilapangan yang dalam keadaan terus becek.

Di SDN 012 Tenggarong ini juga mengalami polemik yang sama dengan beberapa sekolah yang ada di Tenggarong yang memultifungsikan beberapa ruangan guna menunjang kegiatan peserta didik di sekolah yang disebabkan oleh keterbatasan bangunan.

"Lahan yang luas seharusnya ditunjang dengan bangunan yang memadai. Besar harapan pihak sekolah pada pemerintah untuk memperhatikan keadaan sekolah yang ada bukan hanya sekolah-sekolah pilihan. " katanya.

Mungkin lebih menjadi pengharapan yang mendasar agar adanya pemerataan terhadap bantuan pemerintah kepada seluruh sekolah tanpa terkecuali yang memang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Ini menyangkut besarnya animo dan minat masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya di SDN 012 Tenggarong,namun terbendung dengan keterbatasan ruang kelas," ujarnya. (kr2)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved