Beseprah, Tradisi yang Selalu Ada Setiap Erau

Beseprah, Tradisi yang Selalu Ada Setiap Erau

Bupati Kukar Rita Widyasari Saat Memulai Makan Beseprah.Bupati Kukar Rita Widyasari Saat Memulai Makan Beseprah.
Photo: ist


KutaiRaya.com - 25/08/2016 20:48 WITA
Makan beseprah sebagai rangkaian dari kegiatan Erau Adat Kutai dan 4 Tahun International Folk Art Festival, Rabu (24/8) pagi kemarin berlangsung meriah.

Acara itu dihelat di sepanjang jalan depan Kedaton Kukar sampai Jalan Mulawarman Tenggarong, hadir diacara itu Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari,Ph.D, Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah, Plt Sekda H. Marli, dan para pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), serta Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan pemerintahan Kabupaten Kukar, serta Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H.A.P. Adipati Praboe Anoem Soeya Adiningrat, dengan kerabat kesultanan serta ribuan masyarakat Kutai Kartanegara.

Tradisi makan Beseprah memiliki makna duduk sama rendah berdiri sama tinggi ini. Prosesi Beseprah begitu kental dengan makna filosofis yang intinya menekankan pentingnya kebersamaan, keramahtamahan, kesetiakawanan sosial, serta persaudaraan.

Acara makan beseprah dibuka Bupati Kukar Rita Widyasari yang ditandai dengan pemukulan kentongan bersama pejabat Muspikab Kukar, serta Putra Mahkota Kesultanan Kutai dan perwakilan dari delegasi Negara.

Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan mudah-mudahan acara ini mendapat ridho dari ALLAH SWT, tidak terasa sudah 6 tahun acara tradisi makan beseprah ini di selengarakan sejak tahun 2011 sampai sekarang, acara ini adalah sebuah tradisi dimana dulu para sultan Kutai jika pergi kedaerah-daerah beliau selalu melakukan makan bersama untuk pendekatan kepada masyarakat agar bisa merasakan apa yang dirasakan oleh rakyatnya dan untuk berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa pada zaman terdahulu.

"Makanan yang di sajikan adalah makanan-makanan tradisional khas kutai, yang paling terkenal dan mungkin bagi yang dari luar daerah akan sedikit takut melihat tampilannya karna di atas ikan itu dilumuri denga cabai, makanan itu dinamakan "Gence Ruan" yang dalam bahasa Indonesianya adalah Ikan Gabus yang di bakar lalu diatasnya dikasih sambel goreng cabai,"jelasnya.

Rita juga berharap semoga pada Erau Tahun ini melalui tradisi makan beseprah bisa menjadi daya tarik wisata dan medekatkan antara satu dengan yang lainnya, khususnya untuk masyarakat Kukar semoga bisa semakin mencintai tradisinya dan tradisi ini akan trus di kenalkan pada anak cucu kelak,

Karena tradisi ini adalah warisan leluhur yang tidak boleh kita lupakan.
Semua makanan yang dihidangkan merupakan sumbangan dari dinas/instansi dilingkungan pemerintahan Kabupaten Kukar serta kerabat Kesultanan Kutai yang ikut berbaur bersama warga untuk makan Beseprah. (kr2)


Pemukulan Kentongan Menandakan Acara Telah Di Mulai.
Photo: ist

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved