Kunjungan Wisatawan ke Kukar Semakin Meningkat

Kunjungan Wisatawan ke Kukar Semakin Meningkat

Sri Wahyuni
Sri Wahyuni
Photo: ist

KutaiRaya.com - 18/08/2016 20:45 WITA
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sri Wahyuni, mengatakan para peserta yang akan ikut memeriahkan dalam hajatan Erau 2016 ini berasal dari seluruh delegasi Internasional ada 218 orang 10 grup 9 Negara dan delegasi Nasional ada 4.

Delegasi nasional diantaranya adalah dari Kabupaten Sleman, Gunung Kidul, Bantul, Buton kemudia yang dari Kabupaten /Kota Kutim, Kubar, PPU, dan Kukar sendiri.

"Dari tahun 2013 sudah terjadi peningkatan dari 400 ribu pengunjung menjadi 700 ribu pengunjung terus meningkat menjadi 1,1 juta pengunjung kemudian tahun lalu sudah mencapai 1,3 juta pengunjung." Ungkap Sri Wahyuni, saat menghadiri acara Upacara Adat Beluluh di Kedaton.

Data 1,3 juta pengunjung itu 60 persen adalah data yang di dapatkan dari objek wisata yang ada di Kukar, selebihnya pengunjung Festival seperti Kukar Rockin Fest dan Lain-lain, Erau tahu lalu saja sudah 70 ribu pengunjung .
"Dan untuk tahun ini saya yakin akan lebih dari itu, karena sudah ada Jembatan Kartanegara dan jembatan Repo-repo, salah satu kegiatan EIFAF Street Performance ada di Pulau Kumala, Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival ini adalah cara Pemerintah Daerah," katanya.

Salah satu upaya Kabupaten Kukar untuk mengangkat budaya daerah ke pentas Dunia ada bermacam cara untuk mengangkat budaya daerah kepentas dunia, bisa mengirimkan delegasi ke festival mancanegara atau membuat Festival Budaya Internasional di daerah, kalau di lihat dari efisiensinya menyelengarakan Festival Budaya di daerah memiliki dampak yang luar biasa karena satu minggu seperti Erau, mereka betul-betul mempelajari mengenal budaya Kukar,

kemudian beberapa tahun terakhir disibukan dengan partisipasi dari dari Kabupaten/Kota yang datang untuk melihat Erau, ada yang menampilkan kesenian, ada yang mau studi banding bagaimana Kukar bisa menyelengarakan Festival Bertaraf Internasional,

dampak berikutnya setelah Festival ini budaya menjadi Internasional orang datang seperti semut yang dikasih gula yang berdampak kepada masyarakat Kukar misalnya 70 ribu orang yang datang dalam satu minggu kalau satu orang belanja Rp5 ribu perhari itu sudah 3,5 miliar Perputaran uang yang bergerak di Kukar.

Sementara Erau ini Hotel/Penginapan penuh Restoran/Rumah Makan penuh Sovenir kita terjual jadi bisa kita bayangkan dampak ekonomi, jadi ketika kita mengalami ekonomi yang sulit pemerintah melakukan belanja di bidang budaya, budaya nya lestari promosi dapat orang luar mengenal daerah kita, .

"Mereka mempublikasikan daerah kita dan masyarakat kita mendapakan perputaran ekonomi dari kegitan Festival ini, jadi kita yakin dangan dana yang di keluarkan oleh pemerintah kabupaten akan kembali melalui PAD," ungkap Sri. (kr2)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved