SDN 01 Tenggarong yang Pertama Terapkan "Gema"

SDN 01 Tenggarong yang Pertama Terapkan "Gema"

Pelaksanaan Gema di SDN 01 TenggarongPelaksanaan Gema di SDN 01 Tenggarong
Photo:


KutaiRaya.com - 01/08/2016 18:24 WITA
Dinas Pendidikan Kukar mendukung penuh SDN 001 Tenggarong yang menerapkan GEMA (Gerakan Etam Mengaji) terhadap seluruh siswa siswi SDN 001, yang mana GEMA merupakan program Bupati Kukar Rita Widyasari.

Sebelum melaksanakan Gema pihak sekolahan lebih dahulu melakukan rapat terhadap seluruh orang tua murid, dari hasil rapat kemarin para orang tua murid pun bertangapan Positive dan bahkan ada yang meminta kegitan ini diwajibkan.

Gema yang diterakan sekolah tersebut pertama kali pada tingkat SD se Kutai Kartanegara.

"Metode yang dipakai pun metode Tilawati, motede tersebut dipakai karena lebih lengkap dan secara perose pembelajaranya lebih lengkap," Ujar Ahmad Ali Guru Agama dan juga merupakan Ketua KKG (Kelompok Kerja Guru), pada Sabtu (30/7) pagi lalu.

Sementara itu Kepala Sekolah SDN 001 Tenggarong Jumiati mengataka setiap hari saptu melaksanakan kegiatan seperti Sholat dhuha bersama yang di ikuti seluruh perserta didik dan guru, dari kegiatan sholat dhuha ini tidak hanya sholat saja tetapi baca Yasin, Shalawat dan membaca Asmaul Usnah kemudian jua ada ceramah-ceramah kecil dari guru. Jadi setiap hari saptu ada pencerahan buat siswa siswi SDN 001 bagi yang Muslim.

"Harapanya dengan kegiatan ini kita bisa menanamkan karakter kepada siswa dimana sebenarnya sejak dulu kurikulum kita mengharapkan pendidikan itu tidak hanya secara pengetahuan tetapi secara sikap dan keterampilan." Katanya

Bahkan Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Kasi Pengemangan dan Krikulum Dinas Pendididkan Kutai Kartanegara, Liliyanto yang ingin melihat langsung kegiatan tersebut.

"ami dari dinas pendidikan sangat mendukung kegiatan ini dan diharapkan ini menjadi program ungulan serta bisa di contoh oleh seluruh sekolah yang ada di Kutai Kartanegara. Apa lagi harapan pemerintah kukar 5 tahun kedepan tidak ada lagi anak SD hingga SMA tidak ada yang bisa membaca Al'quran."arapnya. (kr1)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved