• Jum'at, 18 September 2020
logo
Pasang Iklan

Hampir satu pekan setelah Muniarti Jasmi (40) PNS Disperindagkop Kukar yang dibunuh dan dibuang disemak semak KM 10 Kelurahan Loa Ipuh Darat, polisi belum menemukan titik terang siapa sejatinya pelaku pembunuhan itu.

Sampai Rabu (22/4) penyidik terus melakukan penyelidikan, dengan memanggil empat saksi, diantaranya adalah Sapto Haryadi (41) yang tak lain adalah suami dari korban, kemudian tiga saksi lainnya adalah warga yang menemukan mayat Muniarti Jasmi dan teman dari korban.

Menurut Kapolres Kukar AKBP Mukti Juharsa melalui Kaur Humas Polres Kukar Aiptu Agus Priyono, para saksi hanya diminta keterangan oleh penyidik."Masih sebatas diminta keterangan, termasuk suami korban. Pemeriksaan sekitar pukul 15.00 Wita, sampai petang."kata Agus.

Agus mengakui hingga saat ini terus melakukan penyelidikan, bahkan tim juga langsung dipimpin Kapolres Kukar, karena kasus ini menjadi perhatian public yang mesti harus segera diungkap.

"Dugaan dugaan pelaku sudah mengarah, hanya saja masih perlu dikembangkan. Termasuk memanggil saksi saksi untuk diminta keterangannya," kata Agus.

Seperti diketahui Munairti Jasmi merupakan PNS Disperindagkop Kukar yang pada Jumat (17/4) lalu dinyatakan hilang. Pada Sabtu (18/4) korban tak bernyawa dan ditemukan warga Kelurahan Jahab, di KM 10 Kelurahan Loa Ipuh Darat.

"Hasil pemeriksaan sementara tidak ada tanda tanda luka serius dari tubuh korban,. Belum diketahui apa motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut,"kata Agus

Hasil visum sementara, korban tewas akibat dibekap mulutnya, paru paru korban terdapat luka biru. Indikasi korban di perkosa tidak ada karena pada saat kejadian korban lagi menstruasi. (boy)

Pasang Iklan Disini
Top