Kunjungan Wisatawan ke Kukar Makin Meningkat, Tempat Parkir Tak Memadai

Kunjungan Wisatawan ke Kukar Makin Meningkat, Tempat Parkir Tak Memadai

Jembatan Repo repo penghubung ke Pulau KumalaJembatan Repo repo penghubung ke Pulau Kumala
Photo: ist


KutaiRaya.com - 15/07/2016 22:17 WITA
Kunjungan wisatawan ke sejumlah obyek wisata di Kutai Kartanegara belakangan ini semakin mengeliat, apalagi setelah Jembatan Repo Repo Pulau Kumala terbangun, kunjungan ke wisata andalan Kukar Pulau Kumala membludak.

Hal ini bisa dilihat saat liburan panjang Lebaran 2016, ribuan pengunjung dari berbagai kota di Kaltim dan luar Kaltim mendatangi Kutai Kartanegara.
"Dengan adanya Jembatan Repo Repo, gelat kunjungan wisatawan ke Kukar semakin meningkat, kami sangat apresiasi kondisi ini, ini tentunya akan berdampak pada PAD untuk Pemerintah Kutai Kartanegara," ungkap Firnadi Ikhsan Anggota Komisi III DPRD Kutai Kartanegara.

Sementara itu Sugianto yang juga duduk di Komisi III DPRD Kutai Kartanegara sangat mengpresiasi meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kukar. Namun demikian harus dibarengi dengan pelayanan yang maksimal.

"Seperti kondisi parkir yang sepertinya tak bisa menampung banyak pengunjung ke Pulau Kumala. Pemerintah harus segera menyiapkan tempat parkir yang representatif lagi, agar para pengunjung lebih nyaman dan aman ketika memarkir kendaraannya," ungkap Sugianto.

Salah satu solusi yang mungkin bisa saja ditempuh pemerintah, ada melakukan pembebasan lahan yang terletak di dekat rumah makan wong solo. Lahan tersebut tak jauh dari Jembatan Repo Repo penyeberangan ke Pulau Kumala, sehingga tidak terlalu jauh jika harus berjalan.

"Dengan geliat semakin meningkat kunjungan wisatawan harus dibarengi dengan nyamannya sarana parkir pengunjung. Lahan yang berada di dekat rumah makan wong solo itu mungkin bisa saja jadi alternatif untuk tempat parkir," katanya.

Seperti kita ketahui bahwa, kunjungan wisatawan di Pulau Kumala pada masa liburan panjang Lebaran minggu lalu, mencapai 7.500 orang lebih. Pundi pundi pendapatan dari sektor pariwisata sepertinya semakin menggeliat sehingga akan mampu menambah PAD Kukar, yang sebelumnya hannya mengandalkan pada dana bagi hasil minyak dan gas saja. (boy)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved