Basmi DBD dengan Gerakan 3M

Basmi DBD dengan Gerakan 3M

puskesmas Rapak Mahangpuskesmas Rapak Mahang
Photo: ist


KutaiRaya.com - 28/06/2016 20:06 WITA
Puskesmas Rapak Mahang Tenggarong menghimbau masyarakan untuk rutin melakukan 3M (Menutup, Menguras, Mengubur). Hal ini untuk meminimalisir mewabahnya kasus DBD diwilayah Tenggarong.

Demam berdarah masih menjadi musuh yang menakutkan wajib diwaspadai. Penyakit pembunuh yang saat ini sulit dideteksi. Kasus demam berdarah masih tinggi di Kutai Kartanegara, saat ini 2 sampai 3 orang pasien suspect DBD berobat tiap minggunya.

dr. Adam Dokter Umum Puskesmas Rapak Mahang, menjelaskan tentang penerapan 3M bagi masyarakat (menutup,menguras,mengubur),fogging hanya membunuh nyamuk dewasa tapi tidak membunuh jentik nyamuknya.

"Jangan mengabaikan sekecil apapun demam "tegasnya.

Karena demam berdarah tidak lagi mudah di deteksi dengan kasat mata contohnya bintik merah terkadang tidak keluar pada permukaan kulit apa lagi pada anak-anak, jika sudah demam tinggi 2 hari saja sudah harus di bawa periksa untuk diagnosa lebih lanjut.

Demam berdarah kerap kali menumpang di penyakit lain seperti batuk atau pilek yang terkadang dianggap biasa oleh orang tua, tak ayal demam di sepelekan hingga lebih dari 3 hari dan menyebabkan kematian, .

"Kesehatan adalah milik kita bersama sehingga gotong royong membersihkan lingkungan adalah hal utama yang menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan malah dititik beratkan pada petugas kesehatan,"tambahnya.

Saat ini kepedulian masyarakat akan lingkungan sudah jauh berkurang, dengan bukti kurangnya penerapan gotong royong rutin operasi kebersihan lingkungan, kehebatan jentik nyamuk itu sampai bisa berkembang biak di dalam pembuangan air dispenser, ban bekas dan segala macam genangan air yang tidak tertutup. Jadi tidak ada lagi saling menyalahkan mengenai demam berdarah ini jadi tanggung jawab bersama untuk memberantas DBD. (kr2)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved