• Rabu, 03 Juni 2020
logo
Pasang Iklan



Universitas kebanggaan Kutai Kartanegara disorot. Ini perihal kondisi fasilitas Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) sampai saat ini sangat minim.

"Kita sangat prihatin dengan kondisi Unikarta saat ini. Fasilitas yang ada sangatlah minim, sedangkan uang pembangunan setiap tahunnya selalu ada, yang dipungut dari mahasiswa," kata Dedi Bidang Hukum dan HAM Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Unikarta.

Dedi menyatakan ini tidak bisa di biarkan, sebab ini menyangkut hak hak nya mahasiswa terkait dengan kenyamanan belajar tidak ada.

"Kita liat saja didalam kelas itu, saat belajar mahasiswa bukannya fokus dengari dosen yang sedang menyampaikan mata kuliah, malah mahasiswa pada sibuk kipas kipas diri sendiri karena kepanasan saat belajar," ungkapnya.

Menurut dia ini sangat mengganggu proses belajar. Sebab setiap mau belajar selalu kekurangan kursi, sehingga mahasiswa harus ambil kursi di ruangan lain.

Ia juga menyampaikan bahwa ruangan ruangan belajar tidak ada di perbarui apa lagi di ruangan-ruangan fakultas hukum.

"Kursi juga di dalam ruangan gado gado (campuran), ada yang besi dan ada yang kursi yang kayu, itupun kursi bekas," katanya.

Menurut data yang diperoleh, uang pembangunan pada tahun 2014 mencapai Rp. 1.533.000.000, dan tahun 2015 Rp. 1.089.000.000.

"Logikanya kita kali kan saja pada tahun 2014 jumlah mahasiswa baru yang lulus diterima pihak kampus adalah 1.022 orang kalikan dengan 1.500.000 per satu orang mahasiswa. 2015 mahasiswa baru 726 orang." Paparnya.

Jumlah yan sangat fantastik yang tidak ada wujudnya sama sekali. Pertanyaannya, dimanakan uang sebanyak itu. Sedangkan renofasi WC samping langgar itu aja kontribusi dari peruhasaan.

"Kami sudah melakukan kewajiban kami yakni membayar, sekarang kami menuntut hak hak kami. Saya berharap mohon hak hak kami dipikirkan juga, demi kenyamanan belajar," tandasnya. (kr3)

Pasang Iklan Disini
Top