• Senin, 06 Juli 2020
logo
Pasang Iklan



Warga Kota Tenggarong-Kutai Kartanegara di hebohkan dengan adanya seorang Pemuda bernama Nelson (16) yang masih Duduk di Bangku Kelas 1 SMK Ketopong Tenggarong ditemukan tewas gantung diri, di eks kantor PU kawasan Jalan Ahmad Yani Tenggarong, pada hari Selasa (19/4) sekira pukul 17.30 Wita.

Korban ditemukan pertama kali oleh Weni Aprelianda (18) seorang warga yang berada disekitar lokasi kejadian.

"Saat itu saya hendak naik kelantai dua gedung berempat sama kakak-kakak saya mau foto-foto diatas, waktu itu saya masuk sendirian kegedung. Saat didepan tangga, saya liat ada seseorang. Saya sempat tanya dia lagi ngapain disana. Dia gak jawab, dan saya liat dia tergantung sudah meninggal," ucap terang Weni dihadapan polisi dan media.

Mengetahui bahwa orang tersebut tergantung, Weni langsung keluar dan memberitahu kakak nya Dede Arya Wisnu (25), setelah itu Dede langsung menghubungi Polsek Tenggarong yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Weni juga menambahkan bahwa di tempat tersebut biasanya memang banyak yang datang, biasanya setiap sore banyak cowok-cowok yang ngelem.

"Tapi hari ini tumben sepi, saya setiap hari kesini ramai."tambahnya.

Kini Polisi langsung memasang police line didalam gedung. Saat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Inafis Polres Kukar belum mengetahui Jasad laki-laki tersebut. Korban menggunakan tali tambang untuk menggantung diri. “Saat ini masih dilakukan olah TKP dari Inafis Polres Kukar, sementara korban diduga gantung diri,” ucap Kapolsek Tenggarong AKP MD Djauhari melalui Wakapolsek Iptu Supandi.

Korban di evakuasi sekitar pukul 19.00 Wita dan langsung dibawa ke RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang guna dilakukan Visum, namun setelah hendak menuju ke Rumah Sakit, Kaur Inafis Polres Kukar Aipda Dian Heri Wahyudi tiba tiba dihampiri oleh dua orang yang mengaku sebagai orang tua dari korban

Kedua orang tersebut ialah Ludia dan Sulaiman, mereka yakin jika pemuda yang tergantung tersebut adalah anaknya setelah melihat foto yang ditunjukkan tim inafis.

"Dia sudah gak pulang dari semalam, bapaknya sudah coba cari kerumah teman-temanya tapi gak ketemu," sebutnya sambil menangis.

Ludia juga bercerita jika anaknya ini memiliki kebiasaan buruk yaitu ngelem, Namun dia menyebutkan jika tidak ada masalah sebelumnya dirumah dengan anaknya tersebut. Anak pertama dari empat bersaudara ini juga sudah sering diingatkan untuk menghentikan kebiasaan buruknya ngelem.

"Gak nyangka aja dia bisa nekat seperti ini, setau saya juga tidak ada masalah dirumah, tapi dia lagi sakit karena sering ngelem,"ungkapnya.

Sementara itu Aipda Dian Heri Wahyudi menyebutkan jenazah akan divisum terlebih dahulu untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda kekerasan setelah itu baru kita serahkan kekelurganya. (kr3)

Pasang Iklan Disini
Top