Pemkab Kukar Akan Pulangkan Anggota Gafatar

Pemkab Kukar Akan Pulangkan Anggota Gafatar

Suasana rapat penanganan GafatarSuasana rapat penanganan Gafatar
Photo: ist


KutaiRaya.com - 21/01/2016 18:42 WITA
Ternyata bukan hanya di Desa Karya Jaya Kecamatan Samboja saja yang terdapat kelompok Gafatar maupun eks Gafatar, di kecamatan lain di Kukar juga ada kelompok tersebut.

Dari data Kesbangpol Kukar, sedikitnya ada 5 Kecamatan di Kukar yang terdapat kelompok Gafatar maupun eks Gafatar, seperti di Kecamatan Samboja di Desa Karya Jaya dengan jumlah 69 KK dengan 227 jiwa, Kecamatan Kota Bangun di Desa Loleng 38 KK dengan 172 jiwa, kecamatan Tenggarong di kelurahan Loa Tebu 13 KK dengan 42 jiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang di Desa Loa Lepu 1 KK dengan 4 jiwa dan di Kecamatan Sebulu dengan 33 KK 85 jiwa.

Atas temuan tersebut, Pemkab Kukar melakukan rapat bersama unsur Muspida mengenai tindak lanjut adanya kelompok Gafatar dan eks Gafatar di Kukar yang ternyata cukup banyak, rapat tersebut dipimpin Plt Sekda Kukar H. Marli, di ruang rapat Pj Bupati Kukar, Kamis (21/1/2016).

Rapat tersebut dihadiri Kapolres Kukar AKBP Handoko, perwakilan Dandim 0906 Tenggarong, Kajari Tenggarong Bambang Haryanto, Plt Asisten I Sunggono, lima Camat, Danramil dan Kapolsek yang daerahnya terdapat pemukiman Gafatar dan eks Gafatar, Kepala Kesbangpol Fatekhurrahman, Kepala Kemenag Kukar Sulaiman Anwar, Kepala Disdukcapil Getsmani Zeth, Kepala Satpol PP Kukar Fida Hurasani dan pejabat terkait lainnya.

Dari hasil rapat tersebut di hasilkan, bahwa Pemkab Kukar dan unsur Muspida sepakat untuk segera memulangkan kelompok tersebut, terhitung 7 hari sejak Rabu (20/1/2016) kemarin, "Kami sepakat memulangkan kelompok Gafatar maupun eks Gafatar agar tidak berkembang di Kukar, " ungkap Marli.

Untuk mekanismenya lanjut Marli, diutamakan yang berada di Samboja kemudian menyusul 4 kecamatan lain.

"Saat ini kami akan membentuk tim fasilitator Kabupaten untuk mendata nama dan daerah asal pengikut kelompok Gafatar maupun eks Gafatar, " tuturnya.

Sementara itu mengingat pemulangan kelompok tersebut hanya di target satu minggu, maka Pemkab Kukar berkonsultasi ke Kajari Tenggarong Bambang Haryanto yang juga hadir dalam rapat tersebut, mengenai biaya pemulangan jangan sampai Pemkab Kukar salah menggunakan anggaran dan di kemudian hari menjadi temuan.

Dalam kesempatan tersebut Bambang Haryanto mengemukakan, bahwa Pemkab Kukar memiliki peluang untuk menggunakan anggaran pemulangan kelompok Gafatar yang ada di Kukar, yakni dengan menggunakan dana tak terduga.

"Tapi harus dilihat dulu dari kesanggupan keuangan Pemkab, jangan sampai setelah dana tersebut digunakan malah Gaji PNS tidak bisa terbayarkan mengingat hingga kini dana perimbangan belum di transfer dari pusat, " katanya.

Dengan adanya arahan dari Kajari Tenggarong, Plt Sekda Marli menegaskan, Pemkab Kukar siap untuk memulangkan kelompok Gafatar dan eks Gafatar dengan menggunakan dana tak terduga.

"Kami akan menggunakan sarana transportasi kapal untuk memulangkan kelompok Gafatar tersebut, " tegasnya.

Dalam rapat tersebut juga dihasilkan, bahwa pihak keamanan akan menjaga aset Gafatar yang di tinggalkan, bila memang aset tersebut terbukti secara sah milik kelompok Gafatar maka akan diganti rugi, tetapi bila tidak maka akan menjadi aset pemerintah. (zaf)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved